Dinkes Toba Terbitkan SE Kesiapsiagaan dan Perlindungan Kesehatan Dampak Erupsi
- 08 Sep 2026 15:54 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Toba - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Toba menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang Kesiapsiagaan dan Perlindungan Kesehatan Masyarakat terhadap Dampak Erupsi dan Sebaran Abu Vulkanik Gunung Sinabung, Senin, 7 September 2026. Surat edaran tersebut diterbitkan sebagai tindak lanjut atas Surat Edaran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor KL.01.02/A/17765/2026 tentang Kesiapsiagaan dan Perlindungan Kesehatan Masyarakat terhadap Dampak Erupsi dan Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Toba, Freddi Seventri Sibarani, mengatakan penerbitan surat edaran tersebut dilakukan menyusul peningkatan aktivitas dan erupsi Gunung Sinabung dalam beberapa hari terakhir serta adanya potensi penyebaran abu vulkanik yang dapat mempengaruhi kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan peningkatan kewaspadaan, pemantauan, serta respons cepat, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami hujan abu atau penurunan kualitas udara.
“Abu vulkanik mengandung partikel berukuran kasar hingga sangat halus. Dalam kondisi tertentu, abu vulkanik juga dapat disertai gas vulkanik yang bersifat iritan. Komposisi dan tingkat bahayanya dapat berbeda pada setiap erupsi,” kata Freddi. Ia menjelaskan, paparan abu vulkanik dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, khususnya pada saluran pernapasan. Gejala yang dapat muncul antara lain iritasi hidung dan tenggorokan, batuk, peningkatan produksi dahak, mengi, rasa berat di dada hingga sesak napas.
Fasilitas pelayanan kesehatan diminta memastikan ketersediaan tenaga kesehatan, sistem rujukan, ambulans, ruang observasi, tabung oksigen, pulse oximeter, serta sarana penanganan kegawatdaruratan pernapasan. Selain itu, fasilitas kesehatan juga diminta menyiapkan logistik berupa respirator partikulat seperti N95, KN95, KF94, FFP2 atau yang setara, masker medis, pelindung mata, sarung tangan, serta alat pelindung diri bagi petugas.
Ketersediaan obat-obatan esensial juga harus dipastikan, termasuk bronkodilator, inhaler beserta spacer, obat pengendali asma dan PPOK, obat kegawatdaruratan, cairan pembilas mata steril, serta obat lain sesuai kebutuhan klinis. Penggunaan inhaler dengan spacer diprioritaskan apabila sesuai dengan indikasi klinis. Sementara penggunaan nebulizer dilakukan berdasarkan kebutuhan medis dengan tetap memperhatikan pengendalian infeksi.
Dinkes Toba juga meminta fasilitas kesehatan melakukan identifikasi dan pemantauan aktif terhadap kelompok rentan. Kelompok tersebut meliputi bayi dan anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, penyandang disabilitas, pekerja luar ruangan, serta masyarakat yang memiliki asma, PPOK, penyakit paru, penyakit jantung, atau penyakit kronis lainnya. Pasien dengan penyakit kronis juga diingatkan untuk memastikan persediaan obat rutin mencukupi dan memahami langkah yang harus dilakukan apabila gejala penyakit memburuk.
Selain itu, warga dianjurkan mengenakan pakaian berlengan panjang, celana panjang dan alas kaki tertutup. Setelah beraktivitas di luar ruangan, segera mandi atau membersihkan bagian tubuh yang terpapar abu serta mengganti pakaian. Freddi mengajak masyarakat bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan selama aktivitas Gunung Sinabung meningkat. “Mari sama-sama menjaga kesehatan kita. Jika tidak memiliki masker sesuai standar yang ditetapkan, minimal pakai masker yang tersedia kalau keluar rumah,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....