BPBD Toba Akui Keterbatasan SDM dan Peralatan Tangani Bencana

  • 17 Sep 2026 09:54 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Toba - BPBD Kabupaten Toba mengakui masih menghadapi keterbatasan SDM dan peralatan dalam penanganan bencana. Kondisi tersebut menjadi tantangan karena BPBD Toba menangani sekitar 100 kejadian selama 2025, Selasa, 15 September 2026.

Kepala BPBD Toba Sikkat Sitompul mengatakan keterbatasan terutama terjadi pada jumlah personel satgas dan kualitas kemampuan teknis. Saat ini, BPBD Toba memiliki sekitar 20 anggota satgas yang menangani berbagai kejadian bencana dan keadaan darurat.

“SDM kita, khususnya satgas, sekitar 20 orang dan jumlahnya masih kurang,” ujar Sikkat saat ditemui. Menurutnya, personel tersebut menangani berbagai kejadian seperti orang tenggelam, kebakaran, hingga penebangan pohon berbahaya.

BPBD Toba memiliki tiga bidang utama di luar sekretariat, yakni PK, Darlog, serta Rehabilitasi dan Rekonstruksi. Bidang PK menangani pencegahan, Darlog menangani kedaruratan, sedangkan RR menangani kondisi setelah bencana.

Sikkat mengatakan keterbatasan juga terjadi pada peralatan yang digunakan personel saat berada di lapangan. Sekitar 95 persen peralatan BPBD Toba merupakan hibah BNPB yang pengadaannya dilakukan sejak 2011.

“Mobil rescue kalau menanjak di daerah ekstrem sudah tidak sanggup, demikian juga pompa, genset dan chainsaw,” katanya. Karena itu, BPBD Toba berupaya memperoleh dukungan tambahan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

BPBD Toba telah mengajukan bantuan 45 unit chainsaw kepada PT Bajradaya Sentranusa serta meja dan komputer kepada Labersa. “Kalau hanya mengandalkan APBD, kita tidak sanggup, karena itu kita mencoba melalui CSR,” ujar Sikkat.

Selain peralatan, BPBD Toba juga berencana mengusulkan anggaran pelatihan, sertifikasi, dan peningkatan kemampuan fisik personel. Upaya tersebut dilakukan agar anggota memiliki kemampuan serta kesiapsiagaan lebih baik ketika diterjunkan menangani bencana.

Berdasarkan data BPBD Toba, sekitar 51 kejadian ditangani bidang Darlog sepanjang 2025, sementara PK menangani jumlah relatif sama. Dalam setiap kejadian, BPBD Toba dapat menurunkan sekitar delapan personel untuk melakukan penanganan di lokasi terdampak.

Sementara itu, BPBD Toba telah mendistribusikan sekitar 1.500 lembar seng kepada masyarakat terdampak angin puting beliung. Bantuan tersebut diberikan menyusul kejadian angin puting beliung yang melanda wilayah Laguboti dan Sigumpar.

BPBD Toba juga mengusulkan peningkatan nilai bantuan kebencanaan dari sekitar Rp3 juta menjadi minimal Rp5 juta per paket. Usulan tersebut diharapkan dapat diberlakukan mulai tahun depan untuk meningkatkan dukungan kepada masyarakat terdampak bencana.

Terkait cuaca ekstrem, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kejadian kepada pemerintah setempat. Sambil menunggu pembentukan Pusdalops dan call center, BPBD Toba mengandalkan koordinasi melalui kecamatan serta pemerintah desa.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....