Faktor yang Memperberat Hukuman Kasus Narkoba
- 21 Mei 2026 09:24 WIB
- Sibolga
RRI. CO. ID, Sibolga : Dalam program Sanksi Rabu 20 April 2026,Bung Sutrisno menjelaskan sejumlah faktor yang dapat memperberat hukuman bagi pelaku tindak pidana narkoba. Ia menyebut besarnya jumlah barang bukti serta keterlibatan jaringan lintas negara menjadi pertimbangan utama majelis hakim dalam menjatuhkan vonis berat.
Menurut Bung Sutrisno, pelaku yang berperan sebagai pengedar aktif umumnya menerima hukuman lebih tinggi dibanding pengguna. Hal itu disebabkan dampak peredaran narkoba yang meluas dan berpotensi merusak lebih banyak lapisan masyarakat.
“Semakin besar peran pelaku dalam jaringan peredaran, maka semakin berat pula tanggung jawab pidananya di mata hukum,” ujar Sutrisno melalui menjelaskan melalui sambungan telepon seluler.
Ia juga menegaskan status residivis menjadi unsur yang sangat memberatkan. Pelaku yang kembali terlibat kasus serupa dinilai tidak menunjukkan efek jera, sehingga hakim cenderung menambah berat hukuman untuk mencegah pengulangan tindak pidana.
Faktor lain yang dinilai paling serius adalah keterlibatan anak di bawah umur dalam jaringan peredaran narkoba. Eksploitasi generasi muda dianggap memperbesar dampak sosial dan menjadi alasan kuat bagi aparat penegak hukum untuk menuntut hukuman maksimal.
“Kalau anak-anak sudah dilibatkan, itu bukan hanya kejahatan hukum, tetapi juga ancaman bagi masa depan bangsa,” tegasnya.
Selain itu, penggunaan senjata, unsur kekerasan, hingga upaya menghalangi proses penyidikan juga menjadi poin pemberat dalam persidangan. Tindakan tersebut menunjukkan tingkat bahaya tinggi dan memperkecil peluang terdakwa memperoleh hukuman ringan.
Dikatakannya peran bandar utama sebagai unsur paling memberatkan karena mengendalikan jaringan luas dan meraup keuntungan besar. Ditambah lagi, upaya menyamarkan barang bukti maupun mencuci hasil kejahatan semakin memperkuat alasan penegak hukum untuk menuntut hukuman tegas.
Menutup pembahasan, Bung Sutrisno menegaskan bahwa hukuman berat diperlukan untuk memberi efek jera sekaligus melindungi masyarakat dari ancaman peredaran narkoba yang terus berulang.
“Penegakan hukum yang tegas adalah benteng utama untuk menyelamatkan masyarakat dari bahaya narkoba,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....