Standar Kecantikan Dapat Memicu Tekanan Sosial

  • 31 Agt 2026 17:43 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Standar kecantikan yang menuntut perempuan memenuhi kriteria fisik tertentu dinilai dapat menciptakan tekanan sosial yang berat. Tuntutan untuk memiliki bentuk tubuh, warna kulit, maupun penampilan yang dianggap ideal dapat memengaruhi cara perempuan memandang dirinya sendiri.

dr. Dina Febriani, Dokter Kecantikan seperti yang dilansir dari halodoc.com, saat Sibolga Menyapa Pro 1, Senin, 31 Agustus 2026 menyebutkan tekanan ini dapat muncul ketika seseorang terus membandingkan dirinya dengan standar kecantikan yang berkembang di lingkungan masyarakat maupun media sosial.

“Paparan terhadap gambaran kecantikan yang tidak selalu realistis dapat membuat perempuan merasa kurang percaya diri dan tidak puas terhadap kondisi fisiknya. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat berdampak terhadap kesehatan mental,” kata dr. Dina.

dr. Dina juga menilai kecantikan seharusnya tidak hanya diukur berdasarkan penampilan fisik. Setiap perempuan memiliki karakteristik tubuh dan wajah yang berbeda sehingga tidak harus memenuhi satu standar tertentu untuk dianggap cantik.

Ia mengingatkan pentingnya membangun penerimaan terhadap diri sendiri serta menggunakan media sosial secara bijak. Perawatan tubuh dan wajah dapat dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap diri, bukan semata-mata karena tekanan untuk mengikuti standar kecantikan.

Masyarakat juga diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dengan mengurangi kebiasaan memberikan penilaian terhadap fisik seseorang. Dukungan dari keluarga, lingkungan pertemanan, dan masyarakat menjadi penting agar perempuan dapat memiliki kepercayaan diri tanpa merasa harus memenuhi tuntutan kecantikan tertentu.

“Dengan demikian, kecantikan perlu dipandang secara lebih beragam dan realistis. Penerimaan terhadap perbedaan fisik diharapkan dapat mengurangi tekanan sosial sekaligus membantu menjaga kesehatan mental perempuan,” tutup dr. Dina.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....