Lahan Uang Digital, Mudah diakses Sulit dikuasai

  • 05 Mei 2026 19:57 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga – Pada ekonomi berbasis digital saat ini, narasi mencari uang itu "gampang" semakin mendominasi.

Namun, apakah realitanya seindah filter Instagram? Ataukah ini hanya bias keberhasilan (survivorship bias) yang mengaburkan kerja keras ribuan orang lainnya?

Mulai dari remaja yang memamerkan saldo investasi, influencer dengan gaya hidup mewah hasil affiliate marketing, hingga klaim gaji puluhan juta hanya dengan modal rebahan dan koneksi internet.

Akses terhadap ekonomi global memang terbuka lebar. Kini, seorang desainer grafis di pelosok desa bisa melayani klien di belahan bumi manapun melalui platform freelance.

Namun, kemudahan akses ini berbanding lurus dengan tingkat kompetisi yang brutal.

Menurut data tren ketenagakerjaan terbaru, sektor ekonomi gig tumbuh 25% dalam dua tahun terakhir. Namun, pertumbuhan ini tidak dibarengi dengan jaminan kesejahteraan yang merata.

Banyak pekerja digital terjebak dalam hustle culture baru, jam kerja yang tidak terbatas demi mengejar algoritma.

"Kelihatannya saja gampang karena yang diposting cuma hasil akhirnya. Orang lihat saya cuma rekam video 15 detik, tapi mereka nggak lihat proses riset tren, editing berjam-jam, sampai stres kalau engagement turun karena algoritma berubah," ujar Arisyanti, pada program Santai Siang Pro2 RRI Sibolga. Senin, 4 Mei 2026.

Arisyanti content creator dan social media specialist lepas yang mewakili suara Generasi Z menambahkan di dunia digital, seseorang tidak hanya dituntut memiliki skill teknis, tapi juga mental yang baja.

"Dulu orang punya bos manusia yang bisa diajak diskusi. Sekarang, 'bos' nya adalah algoritma. Kalau kita nggak posting sehari, jangkauan jatuh. Ujung-ujungnya, kita kerja 24 jam dalam 7 hari secara mental," tambahnya.

Mencari uang di ekonomi digital ini memang lebih mudah diakses, namun jauh lebih sulit untuk dikuasai.

"Jadi kalau ditanya gampang atau nggak? Aksesnya gampang, tapi bertahannya itu berdarah-darah," tutupnya.

Jangan tertipu oleh apa yang tampak di layar, di balik setiap "cuan" yang terlihat instan, selalu ada strategi dan konsistensi yang seringkali tidak tertangkap kamera.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....