Nelayan Tradisional Mengaku di Sibolga Tapteng Merasa Sulit untuk Melaut
- 18 Sep 2026 18:05 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Aktivitas melaut bagi sebagian nelayan tradisional di Kota Sibolga kini menghadapi berbagai tantangan. Kondisi cuaca, meningkatnya kebutuhan operasional, serta hasil tangkapan yang tidak selalu menentu membuat nelayan harus bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Bagi nelayan tradisional di kawasan pesisir Kota Sibolga Tapanuli Tengah (Tapteng), laut menjadi sumber utama penghidupan. Setiap hari, mereka harus menghadapi kondisi alam yang berubah-ubah dan ketidakpastian hasil tangkapan.
Seorang nelayan tradisional di Sibolga, Rian Aliman mengatakan untuk melaut saat ini dirasakan semakin sulit. "Sekarang untuk pergi melaut sudah semakin sulit. Biaya minyak, kebutuhan di laut dan biaya lainnya semakin terasa. Sementara ikan yang didapat belum tentu banyak. Kadang pulang hasilnya hanya cukup untuk menutupi biaya melaut." ujar Rian. Jumat, 18 September 2026
Menurutnya, biaya yang harus dikeluarkan sebelum berangkat melaut cukup besar, sementara hasil tangkapan belum tentu sebanding dengan biaya operasional. Para nelayan berharap dukungan berbagai pihak dapat membantu mereka tetap bertahan dan memenuhi kebutuhan keluarga.
Selain persoalan biaya operasional, kondisi cuaca juga menjadi pertimbangan penting bagi nelayan tradisional. Ketika kondisi laut tidak memungkinkan, nelayan memilih tidak melaut demi keselamatan. Namun, tidak melaut juga berarti tidak mendapatkan penghasilan pada hari tersebut.
Nelayan berharap perhatian terhadap kehidupan masyarakat pesisir dapat terus ditingkatkan. Menurutnya, dukungan terhadap nelayan tradisional tidak hanya berupa bantuan, tetapi juga kemudahan memperoleh kebutuhan melaut serta program yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....