Perubahan Iklim Perbesar Risiko Kemiskinan Petani Nelayan

  • 27 Agt 2026 20:23 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Perubahan iklim semakin nyata dan turut memperbesar risiko kemiskinan petani serta nelayan di berbagai daerah. Kondisi tersebut disampaikan Bung Leman saat dihubungi melalui telepon selular dalam program Sibolga Menyapa Pro1 RRI Sibolga, Selasa, 25 Agustus 2026.

Bung Leman mengatakan perubahan iklim menyebabkan musim semakin sulit diprediksi sehingga pendapatan petani dan nelayan menjadi tidak menentu. Menurutnya, perubahan pola hujan, kenaikan suhu, serta cuaca ekstrem berpotensi mengganggu produksi pangan dan hasil tangkapan nelayan.

“Perubahan iklim membuat musim sulit diprediksi, sehingga petani dan nelayan menghadapi ketidakpastian pendapatan besar setiap tahun,” ujar Bung Leman. Ia menilai kondisi tersebut dapat meningkatkan kerentanan ekonomi keluarga ketika hasil produksi mengalami penurunan.

Situasi tersebut semakin berat karena biaya produksi terus meningkat dan tidak selalu sebanding dengan pendapatan petani maupun nelayan. Menurutnya, kenaikan harga kebutuhan pokok serta berbagai biaya tidak terduga turut menambah tekanan ekonomi keluarga.

“Sekarang semuanya serba mahal, bukan hanya bahan pokok, tetapi juga banyak biaya tidak terduga,” katanya. Karena itu, diperlukan langkah antisipasi agar masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan keluarga ketika menghadapi tekanan ekonomi.

“Petani dan nelayan membutuhkan perlindungan, akses informasi cuaca, teknologi adaptasi, serta dukungan pembiayaan agar tetap mampu bertahan,” ujarnya. Ia menilai penguatan kapasitas masyarakat menjadi bagian penting menghadapi dampak perubahan iklim.

Bung Leman mendorong pemerintah memperkuat kebijakan adaptasi melalui kelompok usaha dan peningkatan pengetahuan masyarakat menghadapi perubahan iklim. Upaya tersebut diharapkan membantu petani dan nelayan mengurangi risiko kerugian sekaligus menjaga keberlanjutan mata pencaharian.

Menurutnya, informasi cuaca yang mudah diakses dapat membantu masyarakat menentukan waktu produksi maupun aktivitas melaut secara lebih tepat. Dukungan teknologi dan pembiayaan juga diperlukan agar petani serta nelayan mampu beradaptasi terhadap perubahan kondisi lingkungan.

Bung Leman menegaskan perlindungan terhadap petani dan nelayan perlu menjadi perhatian bersama untuk menjaga ketahanan ekonomi masyarakat. Dengan dukungan kebijakan dan program adaptasi yang tepat, risiko kemiskinan akibat perubahan iklim diharapkan dapat ditekan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....