Meningkatkan Ketahanan Pangan Keluarga dengan Hidroponik

  • 06 Agt 2026 16:04 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga – Budidaya hidroponik merupakan program yang bertujuan sebagai pertanian modern dan berkelanjutan untuk meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia. Metode hidroponik merupakan teknik bercocok tanam tanpa menggunakan tanah, melainkan menggunakan air dengan larutan nutrisi yang disuplai secara teratur keakar tanaman.

Proses penanaman dilakukan dengan kontrol yang lebih baik terhadap nutrisi, kelembaban dan pencahayaan yang dibutuhkan oleh tanaman. Hasilnya adalah pertumbuhan tanaman yang lebih cepat dan hasil panen yang lebih melimpah dibandingkan dengan metode pertanian konvensional.

Sektor pertanian sebagai sumber penghasilan bagi masyarakat, karena sebagian besar kawasan Indonesia merupakan lahan pertanian. Melihat semakin sempitnya lahan yang digunakan sebagai lahan produktif pertanian, maka saat ini cara yang dilakukan adalah dengan cara hidroponik.

Hal ini disampaikan salah seorang penelpon Hamonangan Purba diacara Santai Siang Pro2 RRI Sibolga pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Pada program yang dipandu Amni, Hamonangan menyebutkan, budidaya tanaman hidroponik bisa mengasah kreatifitas dan inovasi baru untuk menciptakan media dan kreasi hidroponik yang menarik. Budidaya tanaman menggunakan teknik ini sangat menguntungkan bagi pelakunya, seperti panen lebih cepat, sehat dan hasil lebih maksimal.

“Sistem budidaya hidroponik sangat ramah lingkungan dan menghasilkan tanaman sayuran yang lebih berkualitas karena bebas pestisida. Hal ini akan membantu meningkatkan ketahanan pangan dengan mengurangi ketergantungan pada lahan pertanian, meningkatkan produk pangan dan mengurangi dampak lingkungan yang diakibatkan oleh pertanian konvensional, ujar Hamonangan.

Pemanfaatan lahan pekarangan menjadi salah satu cara untuk meningkatkan ketahanan pangan skala rumah tangga. Dengan demikian diharapkan pada setiap masyarakat yang berpartisipasi dalam mengembangkan hidroponik sistem perekonomian mereka berjalan lancar dan semakin meningkat.

Meningkatnya kebutuhan konsumsi sayur dan makanan hasil pertanian belum sepenuhnya diimbangi dengan jumlah produksi yang ada. Hal ini menjadi tolok ukur mengapa ketahan pangan ditingkat rumah tangga perlu ditingkatkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....