Pemko Sibolga Tegaskan Komitmen Wujudkan MPLS Ramah dan Bebas Perundungan
- 14 Jul 2026 14:09 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga menegaskan komitmen kuatnya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik. Komitmen strategis tersebut disampaikan secara terbuka dalam acara pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 yang dipusatkan di SMP Negeri 2 Sibolga pada Senin 13 Juli 2026.
Upacara pembukaan yang berlangsung khidmat di halaman sekolah tersebut dibuka oleh Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Sibolga, Josua Hutapea. Agenda ini turut dihadiri Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sibolga Rosidah Lubis, Kepala SMP Negeri 2 Sibolga, beserta para guru.
Dalam kesempatan tersebut, Josua Hutapea membacakan amanat tertulis dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Pesan utama dari kementerian tersebut menekankan pentingnya mengawal masa transisi para peserta didik baru melalui pelaksanaan kegiatan MPLS yang dikemas secara ramah, edukatif, serta dipastikan bebas dari segala bentuk kekerasan fisik maupun mental.
“Sesuai dengan semangat MPLS Ramah yang mengusung tema ‘Hari Baru, Aman dan Nyaman di Sekolah’, kita ingin memastikan bahwa sejak hari pertama masuk sekolah, setiap anak merasa diterima, dihargai, dan dilindungi. Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua, bebas dari kekerasan, perundungan, maupun perpeloncoan,” ucap Josua saat membacakan amanat tersebut.
Lebih lanjut, dalam amanat tersebut juga disisipkan ajakan mendalam kepada seluruh peserta didik untuk menghidupkan semangat gerakan “Rukun Sama Teman”. Nilai-nilai ini diimplementasikan melalui sikap saling menghargai, saling membantu, serta membiasakan budaya santun di lingkungan sekolah dengan rutin mengucapkan kata tolong, maaf, dan terima kasih dalam interaksi sehari-hari.
Di sisi lain, para pendidik dan tenaga kependidikan diharapkan dapat menjadikan momentum MPLS ini sebagai gerbang awal pengalaman pertama yang hangat dan inklusif. Para guru dituntut memberikan pendampingan psikologis dan akademis secara optimal guna menumbuhkan rasa percaya diri siswa, sehingga mereka merasa aman untuk belajar dan berani mengembangkan potensi diri.
Melalui pelaksanaan MPLS yang dijadwalkan berlangsung selama lima hari ke depan, para peserta didik baru diharapkan mampu beradaptasi cepat dengan ekosistem sekolah. Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan penyematan atribut dan deklarasi semangat kebersamaan seluruh siswa baru untuk tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, berkarakter, serta berdaya saing tinggi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....