Memperkuat Ketahanan Pangan Berbasis Keluarga
- 08 Jun 2026 15:17 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga – Ketersediaan pangan Nasional dimulai dari ketersediaan pangan keluarga. Setiap keluarga harus mampu menyediakan pangan bagi anggota keluarga dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya yang dimiliki, termasuk potensi lahan pekarangan.
Sumber pangan tidak melulu berasal dari tanaman yang ada disawah ataupun ladang namun juga bisa disediakan sendiri, yakni melalui pemanfaatan pekarangan. Pemanfaatan pekarangan dalam konteks ini tentu pekarangan yang dikelola melalui pendekatan terpadu berbagai jenis tanaman, ternak termasuk ikan.
Adanya pekarangan terpadu menjamin ketersediaan bahan pangan terus menerus untuk pemenuhan gizi keluarga. Untuk dapat memaksimalkan fungsi pekarangan ini, maka peran ibu sebagai anggota PKK sangat diperlukan.
Hal ini disampaikan Pokja 3 Tim Penggerak PKK Kota Sibolga, Devi Halawa pada acara Pengarusutamaan Gender Pro1 RRI Sibolga pada Senin, 8 Juni 2026.
Pada Program yang dipandu Ismail Marzuki, Devi menyampaikan dengan menanam sayur dan buah secara mandiri, keluarga dapat lebih mudah mengakses bahan pangan bergizi setiap hari. Sayuran yang dipanen dari halaman rumah lebih segar dan minim residu pestisida.
“Kegiatan berkebun dirumah dapat mengurangi biaya belanja harian. Ketika harga cabai, tomat, sayuran dan buah melonjak dipasar, keluarga yang menanam sendiri memiliki ketahanan ekonomi yang baik", ujar Devi.
| Baca juga: Bangun Kebiasaan sejak Dini |
Perempuan memiliki fungsi vital pengelola domestik rumah tangga yang menjamin ketahanan pangan. Fungsi ini secara alami meminta peran aktif perempuan melakukan diversifikasi pangan serta kreatifitas untuk memanfaatkan lahan kosong dalam budidaya tanaman.
Gerakan berkebun dari rumah sesungguhnya memiliki dampak luas terhadap ketahanan pangan negara. Ketika ibu-ibu berkebun, mereka bukan hanya menanam tetapi mengambil keputusan penting dalam penyediaan pangan yang berkualitas.
Menanam pangan dari rumah adalah bukti bahwa upaya mewujudkan ketahanan pangan tidak selalu membutuhkan lahan luas atau teknologi canggih. Dimulai dari satu pot tanaman, perubahan besar untuk masa depan dapat tumbuh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....