Musim Kering Tingkatkan Risiko Kebakaran, Kesadaran Warga Dibutuhkan
- 25 Feb 2026 04:56 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga – Cuaca panas yang terasa dalam beberapa waktu terakhir menjadi salah satu tanda memasuki musim kemarau di Kota Sibolga. Masyarakat pun diimbau untuk mulai mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan kemarau panjang yang berpotensi menimbulkan berbagai dampak.
Musim kemarau membawa sejumlah risiko yang perlu diwaspadai, salah satunya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi lahan yang kering dinilai sangat rentan memicu api yang dapat menyebar dengan cepat dan sulit dikendalikan.
Hal tersebut disampaikan Aldi Sitorus dalam program Selamat Pagi Teman Pro2 Sibolga saat membahas kondisi musim kemarau yang tengah melanda daerah tersebut. “Cuaca panas berkepanjangan harus menjadi perhatian bersama agar kita lebih waspada terhadap potensi kebakaran,” ujarnya, Selasa 24 Februari 2026.
Ia menegaskan kesadaran dan kerja sama masyarakat sangat penting untuk mengurangi dampak negatif musim kemarau. “Tanpa kepedulian bersama, risiko kebakaran hutan dan lahan akan semakin besar dan merugikan banyak pihak,” kata Aldi.
Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa serta mengganggu aktivitas masyarakat. “Karhutla bisa berdampak luas terhadap ekonomi, kesehatan, hingga kehidupan sosial warga,” jelasnya.
Aldi juga mengingatkan bahwa debu dan polusi udara akibat kebakaran sangat berbahaya, terutama bagi penderita gangguan pernapasan. “Asap dari kebakaran dapat memicu penyakit ISPA dan memperburuk kondisi kesehatan masyarakat,” tuturnya.
Ia menambahkan hutan memiliki peran vital sebagai penyangga kehidupan dan keseimbangan ekosistem. “Hutan bukan sekadar hamparan hijau di peta, melindungi hutan berarti melindungi hidup kita sendiri dan generasi yang akan datang,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....