Krisis Air Bersih Ancam Perkotaan
- 01 Apr 2026 14:47 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Masalah air bersih kini tidak hanya terjadi di daerah kering, tetapi juga mulai merambah kawasan perkotaan padat. Urbanisasi yang tidak diimbangi infrastruktur memadai membuat Indonesia terancam krisis air bersih.
Kondisi ini diperparah oleh penurunan kualitas air tanah akibat pencemaran dan berkurangnya daerah resapan. Perubahan iklim juga turut memperburuk ketersediaan air di berbagai wilayah.
Narasumber Sahala Silalahi menyampaikan kondisi tersebut dalam program Spada Pro2 RRI Sibolga, Rabu (1/4/2026). “Kualitas air tanah di perkotaan terus menurun akibat limbah industri dan penurunan muka tanah,” ujarnya. “Selain itu, perubahan iklim menyebabkan musim kemarau panjang sehingga debit sungai menurun drastis,” lanjutnya.
Ia menjelaskan lebih dari 70 persen pasokan air PDAM masih bergantung pada sumber air sungai. Ketergantungan ini menjadi tantangan karena kondisi sungai semakin tercemar dan mengalami penyusutan debit air.
Menurutnya, Indonesia masih kekurangan infrastruktur pengolahan dan distribusi air bersih. Dari kebutuhan sekitar delapan juta meter kubik per hari, baru sekitar 60 persen yang mampu terpenuhi.
Sahala menilai krisis air bersih menjadi alarm serius bagi kebijakan pembangunan nasional. Urbanisasi tanpa perencanaan sumber daya air yang matang berpotensi menimbulkan krisis multidimensi di masa depan.
Ia menambahkan solusi harus dilakukan melalui reformasi tata ruang dan konservasi lingkungan. Penguatan infrastruktur air bersih serta perlindungan sumber daya air dinilai menjadi langkah penting ke depan.
“Air harus tetap menjadi hak publik, bukan sekadar komoditas ekonomi. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sangat dibutuhkan agar pengelolaan air berjalan optimal,” tutup Sahala.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....