Pembagian Peran Tidak Seimbang, Picu Beban Mental Perempuan

  • 28 Sep 2026 21:46 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Pembagian peran yang tidak seimbang dapat memicu beban mental perempuan dalam kehidupan keluarga maupun lingkungan sosial. Psikolog Fairuza Lestari membahas hal tersebut dalam Program Pengarusutamaan Gender, Senin, 28 September 2026.

Fairuza menjelaskan, perempuan kerap memikul berbagai tanggung jawab yang berkaitan dengan keluarga dan pekerjaan domestik. “Ketika tanggung jawab tidak dibagi secara seimbang, beban yang dirasakan perempuan bisa semakin besar,” jelas Fairuza.

Beban tersebut tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan fisik, tetapi juga pikiran untuk mengatur berbagai kebutuhan keluarga. Kondisi itu dapat membuat perempuan merasa lelah secara emosional ketika tanggung jawab terus bertambah.

Menurut Fairuza, pembagian peran seharusnya disesuaikan dengan kesepakatan dan kemampuan setiap anggota keluarga. “Peran dalam keluarga perlu dibicarakan bersama, sehingga tidak ada pihak yang merasa menanggung semuanya,” ujarnya.

Pembagian tanggung jawab yang adil juga dapat membantu menciptakan relasi yang lebih sehat antara laki-laki dan perempuan. Hal tersebut penting untuk mendorong pengarusutamaan gender dalam kehidupan sehari-hari.

Fairuza menilai komunikasi menjadi bagian penting dalam membangun pembagian peran yang lebih seimbang. Setiap anggota keluarga perlu terbuka mengenai kemampuan, kebutuhan, serta tanggung jawab yang dapat dijalankan.

Ia mengajak masyarakat memahami bahwa pekerjaan domestik merupakan tanggung jawab bersama dalam keluarga. Pembagian peran secara adil diharapkan dapat mengurangi beban mental dan mendukung kesetaraan gender.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....