Pemkab Taput Gerak Cepat Tangani Tanggul Aek Sigeaon demi Keselamatan Warga
- 20 Jul 2026 16:04 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Taput - Wakil Bupati Tapanuli Utara Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng memimpin Rapat Koordinasi Mitigasi Bencana Penanganan Tanggul Aek Sigeaon bersama jajaran terkait. Rapat berlangsung di Aula Mini Kantor Bupati Tapanuli Utara, Tarutung, Senin, 20 Juli 2026.
Rapat koordinasi digelar sebagai langkah cepat Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara mengantisipasi potensi kerusakan pada Tanggul Aek Sigeaon. Pertemuan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah, Organisasi Perangkat Daerah terkait, pemerintah kecamatan, serta pemerintah kelurahan setempat.
"Penanganan Tanggul Aek Sigeaon harus dilakukan secara cepat, terarah, dan melalui sinergi seluruh perangkat daerah," kata Wakil Bupati Deni Parlindungan Lumbantoruan. Ia menegaskan setiap instansi wajib melaksanakan tugas sesuai fungsi masing-masing demi mempercepat penanganan di lapangan.
Rapat juga menyepakati penyusunan timeline percepatan perbaikan serta pembagian peran yang jelas bagi seluruh instansi terkait. "Koordinasi yang kuat akan mempercepat pelaksanaan pekerjaan sekaligus meminimalkan risiko bencana bagi masyarakat," ujarnya.
Selain percepatan perbaikan, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menyiapkan langkah preventif melalui pendekatan persuasif kepada pedagang sekitar kawasan tanggul. "Kami mengedepankan pendekatan humanis agar penataan kawasan dapat berjalan baik tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat," katanya.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berharap seluruh perangkat daerah dapat bergerak terpadu dalam melaksanakan hasil rapat koordinasi tersebut. Langkah responsif itu diharapkan segera memberikan perlindungan maksimal serta meningkatkan rasa aman bagi masyarakat Tarutung.
Melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, upaya mitigasi bencana di kawasan Tanggul Aek Sigeaon diharapkan berjalan efektif dan berkelanjutan. Pemerintah daerah juga memastikan pengawasan dilakukan secara berkala guna mencegah potensi risiko yang dapat membahayakan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....