Saling Dengar Kunci Moderasi Beragama

  • 24 Jul 2026 05:25 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Kemampuan saling mendengar menjadi fondasi terciptanya kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat. Sikap itu membantu mengurangi konflik akibat perbedaan pandangan maupun keyakinan.

Ungkapan "saling dengar, jangan saling serang" mengingatkan pentingnya komunikasi yang sehat. Mendengarkan berarti memahami sudut pandang orang lain dengan pikiran terbuka.

Sebaliknya, kebiasaan menyerang, mencemooh, atau menghakimi hanya memperlebar perbedaan. Cara berkomunikasi seperti itu juga dapat memicu konflik di tengah masyarakat.

Topik tersebut dibahas dalam program SPADA Pro 2 RRI Sibolga, Selasa, 21 Juli 2026. Tema siaran astacita mengangkat Moderasi Beragama dengan judul Saling Dengar, Jangan Saling Serang.

Moderasi beragama bukan berarti mencampuradukkan ajaran setiap agama. Moderasi beragama mengajarkan keseimbangan tanpa mengurangi keyakinan terhadap agama masing-masing.

Kementerian Agama menjelaskan moderasi beragama mendorong penghormatan terhadap perbedaan dan nilai kemanusiaan. Sikap tersebut membantu masyarakat hidup damai dalam keberagaman Indonesia.

Pelaksanaan prinsip tersebut dapat dimulai dari lingkungan keluarga. Anggota keluarga perlu membiasakan berdiskusi tanpa saling menyalahkan.

Di sekolah dan kampus, peserta didik diajak menghargai perbedaan pendapat selama proses belajar. Di tempat kerja, komunikasi santun dapat menciptakan suasana yang lebih produktif.

Media sosial juga menjadi ruang penting menerapkan prinsip tersebut. Pengguna diharapkan menyampaikan kritik secara santun dan memverifikasi informasi sebelum membagikannya.

Seorang pendengar, Adinda, mengaku semakin memahami makna moderasi beragama tersebut. "Saya baru menyadari bahwa mendengarkan lebih penting daripada sibuk membalas perbedaan,"ujarnya.

Menurut Adinda, kebiasaan mendengarkan membuat seseorang lebih mudah memahami orang lain. Ia menilai sikap itu dapat mengurangi kesalahpahaman dan mempererat kerukunan.

Moderasi beragama menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah. Komunikasi santun dan kemauan mendengar menjadi langkah sederhana menjaga persatuan bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....