Tantangan Rewilding dalam Pemulihan Habitat Alami

  • 16 Jun 2026 13:48 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Upaya pemulihan habitat alami melalui konsep rewilding mulai diterapkan di berbagai wilayah sebagai langkah memperbaiki kerusakan lingkungan. Meski dinilai memiliki dampak positif, proses rewilding tidak selalu berjalan mudah karena adanya tantangan dan kurangnya pemahaman masyarakat terhadap pemulihan alam secara alami.

Hal ini disampaikan oleh Derta Arkasa seorang pengamat lingkungan pada program acara Spada, Pro 2 RRI Sibolga pada Minggu, 14 Juni 2026. Tantangan terbesar saat ini dalam rewilding adalah mengembalikan kondisi alam yang sudah lama berubah akibat aktivitas manusia.

Banyak wilayah sekarang sudah beralih menjadi area permukiman, perkebunan, maupun kawasan industri. "Kalau sudah gini, jadi butuh lama untuk pemulihan dan ini juga gak bisa balik seperti semula dalam beberapa tahun" Ujar Derta saat diwawancarai.

Tidak hanya itu, ia juga menyebutkan biasanya kemunculan satwa liar walaupun hanya untuk kembali ke habitatnya, memunculkan kekhawatiran masyarakat karena menganggap mengganggu aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut membuat proses rewilding perlu dilakukan pendekatan sosial dan edukasi lingkungan yang baik dan benar.

Keterbatasan pendanaan juga menjadi hambatan dalam menjalankan program pemulihan habitat alami. Menurutnya, rewilding memerlukan pemantauan jangka panjang, perlindungan kawasan, hingga penelitian yang membutuhkan biaya besar dan dukungan berkelanjutan.

"Rewilding itu gak langsung selesai karena kan perlu tahapan-tahapan yang harus dilakukan untuk jaga populasi tetap seimbang" Jelasnya. Meski demikian, Derta menilai rewilding tetap penting dilakukan untuk menjaga keseimbangan lingkungan di masa depan.

Maka dari itu, ia berharap tidak hanya pihak official tapi kita sebagai masyarakat memiliki tingkat kepedulian untuk memahami konsep yang berkaitan dengan lingkungan seperti ini. Dengan begitu, kita memiliki pondasi untuk menjadi partisipan yang bukan hanya jadi penonton bagi kedepannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....