Barang Bermerek Jadi Beban Pengeluaran Anak Muda
- 12 Jun 2026 14:51 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Keinginan tampil modis dengan barang bermerek sudah menjadi satu kesatuan bagi para anak muda. Mulai dari tas, sepatu, hingga pakaian dengan brand ternama selalu digemari oleh generasi muda.
Joshua seorang mahasiswa muda pada program acara Spada, Pro 2 RRI Sibolga pada Rabu, 10 Juni 2026 mengatakan barang brand terkenal membuat dirinya merasa percaya diri saat berinteraksi di sebuah pergaulan. Oleh karena itu, terkadang generasi muda termasuk dirinya merasa kesulitan dalam mengatur pengeluaran.
Kebiasaan "cuci mata" dianggap mengeluarkan keinginan berbelanja seringkali ditemukan dalam sosialisasi anak muda sekarang. Banyak anak muda rela menyisihkan pengeluaran bulanan demi membeli barang bermerek yang mereka lihat di media sosial ataupun E-Marketplace.
| Baca juga: Dilema UMKM, Packaging Mahal Untung Tipis |
Persepsi bahwa seseorang keren melalui pembelian barang ternama mendorong mayoritas anak muda menjaga citra di kelompok pertemanan. Sehingga tak jarang, kebutuhan utama sering kali kalah dibandingkan kebutuhan gaya hidup generasi muda.
Joshua pun mengatakan tak jarang alasan gengsi muncul diucapkan circle pertemanannya termasuk dirinya secara pribadi.
"Namanya universitas, yang awak lihat itu banyak teman-teman dengan pembawaan yang beda, terus ada lah satu anak menurut awak keren, jadi agak gengsi awak kalo gak ikut keren juga" Ujar Joshua.
Pengaruh media sosial juga menjadi salah satu alasan anak muda sulit menahan keinginan untuk berbelanja. Konten para influencer dan tren OOTD (Outfit Of The Day) membuat sebagian orang harus terus membeli barang baru agar tidak ketinggalan tren.
Ia mulai belajar membedakan mana kebutuhan prioritas dan mana kebutuhan yang tidak terlalu diperlukan agar pengeluaran bulanan dapat dikendalikan.
"Dikit-dikit dulu tahan dengan pikirin barang yang lebih perlu jadi aman, sudah di tahap gak mikirin orang lain juga" Katanya.
Kebiasaan membeli barang bermerek sebagai beban menjadi pengingat bahwa gaya hidup konsumtif dapat berdampak pada finansial anak muda. Maka dari itu, ia berharap tidak hanya dirinya, mengajak generasi muda untuk meningkatkan awareness akan tabungan masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....