Pembayaran Digital Pengaruhi Perilaku Belanja Konsumen

  • 13 Feb 2026 18:17 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Pembelanjaan melalui platform digital dinilai membuat saldo dompet digital lebih cepat habis dibandingkan transaksi tunai. Kondisi ini dipengaruhi aspek psikologis karena konsumen tidak merasakan tekanan emosional saat mengeluarkan uang.

Hal ini dibahas oleh Psikolog Klinis, dr. Fairuz Lestari, M.Psi dalam program Beranda Asta cita Ekonomi Digital, Jum’at, 13 Februari 2026.

Fairuz menjelaskan pembayaran non tunai mengurangi rasa kehilangan saat berbelanja. Otak tidak memproses pengeluaran secara kuat karena uang tidak berpindah secara fisik dari tangan konsumen.

Menurut Fairuz, kemudahan transaksi membuat konsumen lebih fokus pada barang dibandingkan jumlah uang yang dikeluarkan. “Yang dirasakan adalah mendapatkan barang, bukan kehilangan uang,” ujarnya.

Akibatnya, konsumen cenderung melakukan pembelian berulang tanpa menyadari akumulasi pengeluaran. Saldo dompet digital pun terkuras perlahan karena setiap transaksi terasa ringan dan tidak menimbulkan beban psikologis.

Kemudahan satu kali klik, tampilan aplikasi, serta notifikasi pembayaran turut memengaruhi keputusan belanja. Kondisi ini membuat belanja lebih didorong emosi dibandingkan pertimbangan rasional.

Fairuz menyarankan konsumen menetapkan batas saldo dan anggaran khusus saat menggunakan dompet digital. “Menunda keputusan belanja beberapa menit dapat membantu otak berpikir lebih rasional,” kata Fairuz.

Masyarakat diimbau lebih sadar mengelola keuangan agar kemudahan digital tidak berdampak negatif. Pengendalian diri dinilai menjadi kunci agar teknologi pembayaran tetap memberi manfaat tanpa merugikan kondisi finansial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....