Dilema UMKM, Packaging Mahal Untung Tipis

  • 15 Apr 2026 18:45 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga – Bukan hanya sekedar pembungkus produk, packaging atau kemasan menjadi bagian penting sebuah produk karena akan terlihat menarik dan memiliki nilai jual yang tinggi.

Namun, bagi ribuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia, biaya membuat kemasan yang menarik kini menjadi beban berat yang menggerus keuntungan.

Lonjakan harga bahan baku kemasan, terutama plastik, membuat mereka terjepit dalam dilema, menaikkan harga produk atau menerima keuntungan yang semakin tipis.

Fina Fitriani, pemilik usaha "Sarapan serba 10 ribu pinggir jalan, di Sibuluan Tapanuli Tengah, mengaku merasakan dampaknya.

"Dulu cup plastik ukuran standar harganya sekitar Rp 20 ribu-an per pack, sekarang sudah melonjak jadi Rp 30 ribu-an. Belum lagi sendok plastik dan kantong kemasan juga ikut naik. Dulu per cup bisa dapat untung Rp1.000 sampai Rp1.500, sekarang keuntungannya tipis, kadang cuma tinggal beberapa ratus rupiah saja," katanya saat ngobrol via selulernya dalam acara Spada Pro2 RRI Sibolga. Rabu, 15 April 2026.

Fitri juga menambahkan tidak menaikkan menaikkan harga karena khawatir kehilangan pelanggan, namun ia menyiasati dengan mengubah ukuran dan porsinya agak kecil dari porsi biasanya.

"Kalau harga naik terus, pembeli pasti mikir dua kali. Akhirnya ya kita yang harus menekan biaya sendiri, kadang terpaksa mengurangi sedikit porsi bahan baku supaya tetap bisa bertahan," tambahnya.

Hal serupa juga dirasakan Nisa, pengusaha makanan ringan Burger.

"Karena komponen kemasan naik dan bahan baku utama juga tidak murah, kita takut untuk menaikkan harga jual, takutnya orang malah beralih ke yang lain. Jadi ya mau tidak mau untungnya dipotong dulu demi menjaga usaha tetap jalan," ujarnya.

Dilema packaging yang mahal dengan untung tipis menjadi cerminan nyata perjuangan UMKM di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu. Di satu sisi, mereka harus tampil menarik dan kompetitif, namun di sisi lain, biaya produksi terus membubung.

Di tengah kondisi ini para pelaku UMKM tetap bertahan dan berharap adanya solusi jangka panjang yang bisa meringankan beban, sehingga mereka bisa terus berkarya, memberikan produk terbaik, dan tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....