Dampak El Nino Waspada Kekeringan dan Gangguan

  • 11 Jun 2026 11:43 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026 menjadi perhatian berbagai pihak karena berpotensi memengaruhi kondisi cuaca di sejumlah wilayah Indonesia. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang ditimbulkan, terutama ancaman kekeringan, berkurangnya ketersediaan air bersih, serta gangguan kesehatan akibat cuaca panas yang berkepanjangan.

Liberto Pardosi, Kepala Kelompok Teknis BMKG Pinang Sori, pada Dialog Kentongan Pro 1, Rabu, 10 Juni 2026 mengatakan bahwa El Nino merupakan fenomena anomali pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang dapat memengaruhi pola cuaca di berbagai negara, termasuk Indonesia.

“El Nino adalah fenomena anomali pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang memicu cuaca panas ekstrem dan udara kering di Indonesia. Diperkirakan berlangsung pada pertengahan hingga Oktober 2026. Fenomena ini memicu penurunan curah hujan dan menuntut kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan serta gangguan kesehatan,” ujar Liberto Pardosi.

Menurutnya, dampak yang paling dirasakan masyarakat selama periode El Nino adalah meningkatnya suhu udara dan berkurangnya intensitas hujan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan sejumlah wilayah mengalami kekeringan, terutama pada daerah yang mengandalkan sumber air permukaan dan curah hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain berdampak pada sektor ketersediaan air, El Nino juga berpotensi memengaruhi sektor pertanian. Berkurangnya curah hujan dapat menyebabkan penurunan produktivitas tanaman apabila tidak diantisipasi dengan pengelolaan air yang baik. Oleh karena itu, para petani diimbau untuk menyesuaikan pola tanam dan memperhatikan informasi cuaca yang dikeluarkan BMKG secara berkala.

Liberto juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan selama periode cuaca panas. Paparan suhu tinggi dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga gangguan pernapasan akibat kualitas udara yang menurun di beberapa wilayah.

“Masyarakat perlu memperbanyak konsumsi air putih, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat suhu sedang tinggi, serta memperhatikan kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia yang lebih mudah terdampak oleh cuaca panas ekstrem,” jelas Liberto.

BMKG terus melakukan pemantauan perkembangan kondisi atmosfer dan laut untuk memberikan informasi cuaca yang akurat kepada masyarakat. Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah, pelaku usaha, petani, dan masyarakat dalam mengambil langkah antisipasi menghadapi dampak El Nino. Dengan kesiap siagaan yang baik, dampak negatif fenomena El Nino dapat diminimalkan sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan aman dan produktif meskipun menghadapi kondisi cuaca yang lebih kering dari biasanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....