Waspada, Mikroplastik Ancam Ekosistem Laut
- 09 Mei 2026 23:15 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga– Pencemaran mikroplastik semakin mengancam lingkungan perairan dan kesehatan manusia.Permasalahan mikroplastik kini ditemukan di laut, sungai, sedimen, hingga kawasan terumbu karang. Partikel kecil tersebut berasal dari sampah plastik yang terurai dalam waktu lama.
Aktivis lingkungan, Yuli Efriani, mengatakan mikroplastik sulit terlihat tetapi dampaknya sangat besar. Menurutnya, pencemaran itu terus meningkat akibat kebiasaan penggunaan plastik yang berlebihan.
“Mikroplastik sudah masuk ke berbagai ekosistem, terutama di laut dan itu sulit untuk dibersihkan sepenuhnya,” ujar Yuli melalui sambungan telepon di program Jaga Malam Pro 2 RRI Sibolga pada Sabtu, 9 Mei 2026. Ia menilai kesadaran masyarakat masih perlu ditingkatkan.
Yuli menjelaskan biota laut sering mengonsumsi mikroplastik karena dianggap sebagai makanan alami. Kondisi itu banyak ditemukan pada ikan kecil dan plankton di perairan.
Akibatnya, rantai makanan laut ikut terkontaminasi partikel plastik berukuran mikro tersebut. Dampaknya tidak hanya dirasakan hewan laut, tetapi juga manusia sebagai konsumen akhir.
“Ketika manusia mengkonsumsi ikan yang berasal dari sumber yang sudah tercemar, mikroplastik juga bisa ikut masuk ke dalam tubuh manusia,” katanya. Ia menyebut kondisi itu menjadi perhatian peneliti kesehatan lingkungan.
| Baca juga: Gerakan Kurangi Plastik dan Mikroplastik |
Selain berasal dari sampah plastik, mikroplastik juga muncul dari pakaian berbahan sintetis. Serat kecil pakaian dapat terlepas saat proses pencucian berlangsung.
Yuli mengimbau masyarakat untuk mulai mengurangi penggunaan botol dan kantong plastik sekali pakai. Ia juga menyarankan penggunaan wadah kaca untuk makanan panas.
“Hindari memanaskan makanan menggunakan wadah plastik karena partikelnya bisa berpindah ke makanan,” ujarnya. Langkah sederhana dinilai mampu mengurangi paparan mikroplastik sehari-hari.
Ia juga mendorong masyarakat memilih pakaian berbahan alami seperti katun dan linen. Cara tersebut dapat membantu mengurangi pelepasan serat mikroplastik ke lingkungan.
Menurut Yuli, dukungan terhadap produk ramah lingkungan perlu terus ditingkatkan masyarakat. Upaya bersama dianggap penting untuk menekan pencemaran mikroplastik jangka panjang.
“Perubahan kecil dari rumah dapat memberi dampak besar bagi lingkungan,” tutupnya. Ia berharap kesadaran masyarakat terus tumbuh demi menjaga ekosistem laut tetap sehat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....