Gerakan Kurangi Plastik dan Mikroplastik

  • 17 Jun 2026 17:43 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Ancaman pencemaran plastik, khususnya partikel mikroplastik semakin meresahkan ekosistem dan kesehatan masyarakat, Kondisi ini mendorong lahirnya gerakan yang lebih masif dalam upaya menekan angka limbah plastik sejak dari sumbernya.

Damai Mendrofa penggiat lingkungan dan juga Direktur Bank Sampah Yamantab (Yayasan Menjaga Pantai Barat), bersinergi dengan jajaran Bank Sampah Yamantab untuk mengedukasi masyarakat dan menerapkan solusi nyata ekonomi sirkular di tingkat komunitas.

Menurut Damai Mendrofa, perang melawan plastik tidak boleh hanya berhenti pada pengurangan kantong plastik kresek, tetapi harus secara agresif menyasar partikel mikroplastik yang tak kasat mata.

"Mikroplastik kini telah ditemukan di air minum, makanan laut, garam dapur, bahkan di dalam jaringan tubuh manusia. Ini adalah bom waktu bagi kesehatan generasi mendatang. Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan daur ulang di 'ujung pipa', kita harus memotong mata rantai plastik sekali pakai dan serat sintetis sejak dari hulu," tegas Damai Mendrofa, dalam acara Sore Bercerita Pro2 RRI berjaringan Korwil 16, RRI Medan, RRI Sibolga dan RRI Gunung Sitoli. Rabu, 17 Juni 2026.

Menyikapi urgensi tersebut, Bank Sampah Yamantab hadir sebagai salah satu ujung tombak perubahan perilaku di tingkat masyarakat. Damai juga menjelaskan pendekatan insentif dan edukasi adalah kunci untuk membuat masyarakat peduli terhadap pemilahan sampah.

"Di Bank Sampah Yamantab, kami tidak hanya sekadar menimbang sampah. Kami mengedukasi nasabah kami untuk memilah sampah organik, anorganik, dan residu secara ketat. Plastik yang masuk ke sistem kami dijamin tidak akan berakhir di laut, sungai, atau dibakar sembarangan. Kami memastikan material ini diproses menjadi bahan baku industri atau produk bernilai ekonomi tinggi," tambah Damai Mendrofa.

Data terbaru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada awal tahun 2026 menunjukkan bahwa meskipun ada penurunan volume sampah plastik makro, partikel mikroplastik di perairan pesisir dan tanah pertanian masih berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Oleh karena itu, inisiatif seperti yang digagas oleh Damai Memdrofa dan dieksekusi oleh Bank Sampah Yamantab dinilai sangat strategis dan tepat sasaran.

" Kita bisa membantu keseimbangan ekosistem di bumi untuk keselamatan bumi dengan menghentikan konsumsi platik yang sudah tidak terkendali, maka perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang konsisten. Kami dan Bank Sampah Yamantab mengajak masyarakat untuk disiplin memilah, dan menginspirasi ribuan orang melalui kampanye kesadaran, kita sedang membangun benteng pertahanan yang kokoh terhadap krisis mikroplastik," lanjut Damai sembari menutup obrolan.

Masyarakat diimbau untuk mulai memilah sampah dari rumah, mengurangi ketergantungan pada barang sekali pakai, dan mendukung produk-produk lokal yang bebas dari kemasan plastik berlebihan. Dengan sinergi dan aksi nyata di lapangan, harapan untuk menekan laju pencemaran plastik dan mikroplastik di Indonesia semakin terbuka lebar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....