LIB Dorong Akademi Klub Jadi Aset, Bukan Sekadar Beban
- 02 Sep 2026 09:16 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- I.League ingin akademi klub tidak hanya menjadi biaya, tetapi berkembang menjadi aset yang memiliki nilai ekonomi
- Pasar transfer pemain menjadi salah satu potensi pendapatan klub yang dinilai belum tergarap secara optimal di Indonesia
- Kepastian kompetisi, club licensing, dan kesehatan finansial menjadi fondasi untuk membangun ekosistem bisnis klub berkelanjutan
RRI.CO.ID, Jakarta – I.League mendorong akademi klub dikembangkan menjadi aset ekonomi, bukan sekadar sumber pengeluaran klub. Gagasan tersebut menjadi bagian transformasi ekosistem sepak bola agar klub memiliki sumber pendapatan beragam dan berkelanjutan.
Direktur Operasional LIB Asep Saputra mengatakan klub memiliki sejumlah sumber pendapatan, mulai kontribusi liga hingga hak siar. “Klub bisa dapat banyak revenue macam-macam. Satu, kontribusi jelas dari liga, ada dari ticketing, sponsor, broadcast,” ucap Asep dalam diskusi bersama media di kantor I.League di kawasan Sudirman, Jakarta pada Senin, 31 Agustus 2026.
Namun, menurut Asep, masih terdapat potensi pendapatan klub yang belum tergarap secara maksimal melalui aktivitas transfer pemain. “Salah satunya yang belum betul-betul ter-generate adalah trading player,” kata Asep dalam diskusi bersama media dan pemilik klub.
Menurutnya, pembentukan pasar transfer pemain domestik membutuhkan ekosistem kompetisi yang lebih teratur dan memberikan kepastian kepada klub. “Untuk bisa tercipta apa yang kita lihat nih bursa transfer di Eropa, kan enggak bisa juga pasar itu terbentuk begitu aja,” ujarnya.
Asep menjelaskan kepastian kalender kompetisi menjadi salah satu fondasi penting agar klub berani memberikan kontrak pemain jangka panjang. “Bagaimana bisa saya mau kontrak pemain dua-tiga tahun? Satu, nanti kompetisi tahun depan kita enggak tahu jadi apa enggak dan kapan,” kata Asep.
Selain kalender kompetisi, Asep menyebut club licensing diperlukan untuk memperkuat kesehatan finansial klub secara berkelanjutan. “Club licensing menjadi pintu untuk kita bisa menuju bagaimana menciptakan financial healthiness dari klub yang sustainable,” ucap Asep menjelaskan.
Menurut Asep, penguatan kondisi finansial klub juga berkaitan dengan bagaimana akademi dapat memberikan manfaat ekonomi bagi klub. Ia mengatakan klub selama ini masih menghadapi pertanyaan besar mengenai manfaat komersial akademi ketika mekanisme transfer pemain belum berkembang.
Karena itu, I.League ingin mendorong akademi agar tidak lagi dipandang sebagai beban biaya semata oleh klub. “Makanya tadi, akademi pemain kita pastikan dibuat tidak hanya untuk sebagai cost,” ujarnya Asep.
Menurutnya, pengembangan akademi harus berjalan beriringan dengan pembentukan pasar transfer serta perbaikan tata kelola kompetisi nasional. Dengan ekosistem tersebut, pemain binaan berpeluang menjadi aset bernilai ekonomi sekaligus memperkuat keberlanjutan bisnis klub Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....