Arthur Irawan: Pemain Muda Harus Main karena Kualitas

  • 02 Sep 2026 01:26 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Arthur Irawan mendukung penghapusan kewajiban memainkan pemain U-23 pada Super League 2026/2027
  • Pemilik Persik menilai pemain muda harus mendapatkan kesempatan berdasarkan kualitas, bukan semata-mata faktor usia
  • Persik Kediri menyerahkan keputusan susunan pemain kepada pelatih dan berharap persaingan menjadi semakin kompetitif

RRI.CO.ID, Jakarta – Pemilik Klub Persik Kediri, Arthur Irawan, mendukung penghapusan kewajiban memainkan pemain U-23 pada kompetisi Super League 2026/2027. Hal tersebut disampaikan Arthur saat mengikuti dialog bertajuk 'Membawa Liga Naik Kelas' bersama awak media.

Menurut Arthur, pemain muda seharusnya mendapatkan tempat berdasarkan kualitas, bukan semata-mata karena aturan batas usia dalam kompetisi. “Kalau emang pemain itu misalnya di bawah U-23 atau U-23 dan layak main, dia juga pasti main,” kata Arthur di kantor I.League, Jakarta pada Senin, 31 Agustus 2026.

Arthur menilai setiap klub tentu ingin menurunkan komposisi terbaik demi meraih hasil maksimal dalam setiap pertandingan kompetisi. “Semua klub pasti cari prestasi, kita mau, dan pelatih pun mau taruh tim terbaik di setiap pertandingan untuk meraih hasil yang baik,” ucapnya.

Ia mencontohkan Lamine Yamal yang menjadi pemain inti Spanyol bukan karena usianya, melainkan kualitasnya sebagai pemain. “Lamine Yamal inti buat Spanyol bukan karena dia usia muda, karena memang kualitasnya sudah layak untuk jadi inti,” ujar Arthur.

Menurut Arthur, perkembangan setiap pemain berbeda sehingga tidak semua talenta harus mencapai puncak performa pada usia muda. Di Persik Kediri, Arthur menyebut Rendy Sanjaya sebagai pemain U-23 yang berpeluang menjadi pilihan utama karena kualitasnya.

“Saya cukup yakin, pasti ini pelatih yang memilih dia ke depannya. Dia diplan pelatih untuk opsi menjadi inti, bukan karena usia dia, tapi karena kualitas dia,” kata mantan pemain Persik Kediri ini.

Arthur menilai persaingan sehat justru dapat membuat pemain muda lebih termotivasi mengejar kesempatan tampil bersama tim utama. “Kalau pemain U-23 harus lebih fight untuk tempat dia, itu juga bakal memicu kemauan lebih dari dia,” ucap Arthur.

Sebaliknya, kesempatan bermain yang diberikan hanya karena faktor usia dinilai dapat mengurangi dorongan pemain memenangkan persaingan internal. Menurut Arthur, pemain muda harus membuktikan kelayakan melalui latihan maksimal serta performa ketika mendapatkan kesempatan bermain.

“Tidak memaksakan pemain usia dini untuk main. Di mana pun dari segi mental pemain, mereka harus layak mendapatkan tempat itu untuk bermain,” ujarnya.

Arthur menegaskan Persik Kediri mendukung penghapusan regulasi tersebut dan menyerahkan keputusan susunan pemain sepenuhnya kepada pelatih. “Saya tidak mau mewakilkan semua klub, tapi dari Persik Kediri pastinya kita mendukung untuk regulasi ini dihapus,” kata Arthur menegaskan.

I.League akan menghapus regulasi kompetisi Super League yang mewajibkan klub memberikan kesempatan bermain bagi pemain U-23. Keputusan tersebut merupakan salah satu hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Liga Indonesia Baru pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Namun, I.League tetap memberikan aparesiasi kepada tim yang tetap memberika kesempatan bermain bagi pemain muda. Apresiasi tersebut berupa dana tambahan yang akan diberikan I.League kepada klub.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....