Scholes Desak MU Datangkan Bek Newcastle, Harga Lewis Hall Tembus Rp1,8 Triliun
- 01 Sep 2026 13:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Legenda Manchester United (MU), Paul Scholes mendesak, mantan klubnya bergerak cepat mendatangkan bek Newcastle United, Lewis Hall, sebelum bursa transfer ditutup.
- Saya pikir United akan menerima tertinggal 1-0, melihat cara mereka bermain di babak pertama. Itu bisa saja menjadi dua atau tiga
- Newcastle dikabarkan, baru bersedia mempertimbangkan penjualan Hall jika mendapatkan tawaran lebih dari £75 juta (sekitar Rp1.801.312.500.000).
RRI.CO.ID, Jakarta - Legenda Manchester United (MU), Paul Scholes mendesak, mantan klubnya bergerak cepat mendatangkan bek Newcastle United, Lewis Hall. Scholes menilai, MU membutuhkan tambahan kekuatan di lini belakang setelah melihat penampilan Luke Shaw yang kesulitan menghadapi winger Ipswich Town.
MU memang berhasil meraih kemenangan telak 5-2 atas Ipswich Town di Old Trafford. Namun, performa pertahanan Setan Merah dalam pertandingan tersebut justru membuat Scholes khawatir.
Melansir podcast The Good, The Bad & The Football, Scholes menilai, MU beruntung tidak kebobolan lebih banyak pada babak pertama. Menurutnya, permainan tim asuhan Michael Carrick masih memperlihatkan persoalan serius di lini belakang.
"Saya pikir United akan menerima tertinggal 1-0, melihat cara mereka bermain di babak pertama. Itu bisa saja menjadi dua atau tiga," kata Scholes dalam podcast tersebut, Selasa, 1 September 2026.
Mantan gelandang MU itu mengakui, timnya tampil jauh lebih berbahaya setelah turun minum. Namun, ia menilai perubahan performa tersebut tidak menghapus persoalan defensif yang terlihat sepanjang pertandingan.
"Apa yang kami lihat kemarin, saya pikir itu merangkum apa yang akan Anda dapatkan dari United. Mereka bisa saja tertinggal dua atau tiga gol, tetapi juga, jika Anda melihat babak kedua, mereka sangat mematikan," ucap Scholes.
Situasi tersebut, membuat Scholes kembali mendorong Manchester United untuk mengejar Lewis Hall. Bek Newcastle berusia 21 tahun itu disebut telah lama masuk dalam radar tim rekrutmen klub yang bermarkas di Old Trafford.
Namun, Newcastle United disebut tidak mudah melepas Hall. Klub tersebut menilai, sang pemain sebagai salah satu aset yang tidak ingin dijual.
Newcastle dikabarkan, baru bersedia mempertimbangkan penjualan Hall jika mendapatkan tawaran lebih dari £75 juta (sekitar Rp1.801.312.500.000). Nilai tersebut, membuat transfer sang bek menjadi salah satu opsi mahal bagi MU di penghujung bursa transfer.
Scholes kemudian, menyinggung situasi Shaw yang kembali kesulitan menghadapi lawan. Menurutnya, kondisi tersebut bisa mendorong Carrick untuk semakin serius meminta klub mendatangkan bek kiri baru.
"Tahukah Anda satu hal yang mungkin membantu Michael? Shaw dilewati kemarin (melawan Ipswich) seperti yang terjadi padanya. Jadi dia mungkin akan berkata, 'Lihat, kami membutuhkannya'," ujar Scholes.
Ia kemudian menyebut Hall sebagai salah satu opsi yang paling memungkinkan untuk didatangkan Manchester United. Scholes menilai, klub perlu memanfaatkan kesempatan jika sang pemain benar-benar tersedia di pasar transfer.
"Dan Anda berpikir Hall mungkin adalah opsi yang paling mungkin diwujudkan. Dari yang ada di luar sana dan tersedia," ujar Scholes.
Berbeda dengan Scholes, Rio Ferdinand memilih pendekatan yang lebih hati-hati dalam menilai masa depan Luke Shaw. Mantan bek MU itu mengakui, Shaw tampil di bawah standar ketika menghadapi Ipswich.
Ferdinand menyampaikan pandangannya melalui kanal YouTube miliknya. Ia meminta para pendukung tidak langsung menghapus Shaw dari skuad hanya karena satu penampilan yang mengecewakan.
"Di beberapa obrolan WhatsApp saya, ada beberapa fans United yang bilang, 'Shaw, singkirkan!'..." kata Ferdinand. Ia kemudian mengingatkan bahwa Shaw termasuk salah satu pemain Manchester United yang dinilainya paling konsisten dalam satu tahun terakhir.
"Shaw, dalam setahun terakhir, adalah salah satu pemain kami yang paling konsisten," ujar Ferdinand. Menurutnya, Manchester United seharusnya mencari pemain yang dapat dikembangkan sebagai penerus Shaw, bukan sekadar buru-buru menggantikannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....