UEFA Ancam Boikot Piala Dunia, Tolak Rencana Investasi FIFA

  • 31 Jul 2026 10:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • UEFA bersama 55 anggotanya mengancam memboikot seluruh kompetisi FIFA jika proposal investasi swasta disetujui.
  • FIFA, melalui Gianni Infantino, ingin membentuk FIFA Forward Enterprise untuk membuka investasi minoritas pada bisnis kompetisinya.
  • Proposal membutuhkan dukungan 106 dari 211 anggota FIFA, sementara UEFA dan Concacaf diperkirakan menolak.
  • Ancaman boikot mencakup seluruh kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia putra, putri, dan Piala Dunia Antarklub.

RRI.CO.ID, Jakarta – Uni Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) bersama 55 anggotanya mengancam akan memboikot seluruh turnamen FIFA, termasuk Piala Dunia. Langkah itu diambil jika FIFA meloloskan proposal investasi swasta pada kompetisi internasionalnya.

Dilansir dari BBC, keputusan tersebut dihasilkan melalui rapat darurat yang digelar secara virtual pada Kamis, 30 Juli 2026. Pertemuan membahas proposal Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang diumumkan awal pekan ini.

UEFA menegaskan seluruh anggotanya satu suara menolak usulan tersebut. Mereka menyebut kepemilikan kompetisi internasional, termasuk Piala Dunia, tidak boleh dialihkan kepada investor swasta.

Dalam pernyataannya, UEFA menyampaikan penolakan secara tegas terhadap rencana FIFA. “Piala Dunia tidak boleh diperlakukan sebagai produk investasi,” ujar pernyataan resmi UEFA, dikutip dari BBC, Jumat, 31 Juli 2026.

UEFA menegaskan Piala Dunia merupakan salah satu warisan olahraga terbesar dalam sepak bola. Warisan tersebut lintas generasi oleh para pemain, tim nasional, dan pendukung di seluruh benua.

“Tidak ada bagian darinya yang boleh diserahkan kepada investor swasta. Piala Dunia tidak untuk dijual,” kata UEFA.

Ancaman boikot mencakup seluruh kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia putra, putri, dan Piala Dunia Antarklub. Sikap itu berlaku jika mayoritas anggota FIFA menyetujui proposal tersebut melalui pemungutan suara.

UEFA juga mengkritik proses penyusunan proposal yang dinilai dilakukan secara tertutup. Mereka menyebut pembahasan berlangsung tanpa konsultasi bermakna dengan pemangku kepentingan sepak bola.

UEFA bahkan menilai langkah FIFA mencerminkan kegagalan kepemimpinan dalam menjaga kepentingan sepak bola dunia. Mereka menyebut federasi nasional dihadapkan pada pilihan yang bersifat memaksa.

Ancaman boikot berawal dari rencana FIFA untuk membentuk anak perusahaan komersial bernama FIFA Forward Enterprise. Perusahaan tersebut akan mengelola kompetisi utama FIFA dengan membuka kepemilikan saham bagi investor minoritas.

Proposal itu membutuhkan dukungan sedikitnya 106 dari 211 anggota FIFA agar disahkan. Infantino juga menawarkan dana hingga 40 juta dolar AS bagi anggota yang mendukung rencana tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....