Bukan Taktik Biasa, Arab Saudi Siapkan 'Senjata Rahasia' Hadapi Spanyol di Grup H

  • 18 Jun 2026 09:46 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Timnas Arab Saudi mencuri perhatian penggemar sepak bola, menjelang menghadapi Spanyol pada laga kedua Grup H Piala Dunia 2026.
  • Setelah menahan Uruguay dengan skor 1-1 pada laga pembuka, skuad The Green Falcons kembali menjalani persiapan intensif. Fokus mereka kini tertuju pada duel krusial melawan Spanyol yang dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini.
  • Melansir laporan Media Spanyol, Marca, mengungkap adanya metode latihan unik yang diterapkan tim Arab Saudi. Para penjaga gawang terlihat mengenakan kacamata hitam khusus saat menjalani sesi latihan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Timnas Arab Saudi mencuri perhatian penggemar sepak bola, menjelang menghadapi Spanyol pada laga kedua Grup H Piala Dunia 2026. Bukan karena perubahan taktik atau susunan pemain, melainkan Arab Saudi penggunaan teknologi latihan yang tak biasa untuk para penjaga gawang.

Setelah menahan Uruguay dengan skor 1-1 pada laga pembuka, skuad The Green Falcons kembali menjalani persiapan intensif. Fokus mereka kini tertuju pada duel krusial melawan Spanyol yang dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini.

Melansir laporan Media Spanyol, Marca, mengungkap adanya metode latihan unik yang diterapkan tim Arab Saudi. Para penjaga gawang terlihat mengenakan kacamata hitam khusus saat menjalani sesi latihan.

Dalam laporannya, Marca menyebutkan, perangkat tersebut bukan sekadar pelindung dari sinar matahari. Kacamata itu dirancang untuk membantu meningkatkan kemampuan visual, konsentrasi, dan kecepatan reaksi para pemain.

"Trik rahasia Arab Saudi melawan Spanyol. kacamata hitam untuk melindungi gawang mereka," kata Marca dalam laporannya, Kamis, 18 Juni 2026.

Menurut media tersebut, alat yang dikenal sebagai visual 'training glasses' itu bekerja dengan membatasi informasi visual yang diterima pemain. Kondisi tersebut memaksa otak dan mata bekerja lebih cepat dalam membaca situasi pertandingan.

Metode ini diyakini mampu meningkatkan kemampuan penjaga gawang dalam mengambil keputusan di bawah tekanan. Hasilnya, refleks dan respons terhadap pergerakan bola maupun lawan dapat berkembang lebih optimal.

"Kacamata ini meningkatkan konsentrasi penjaga gawang serta kecepatan reaksi mereka. Sehingga membuat mereka bagaikan tembok kokoh di depan gawang," ucap Marca.

Teknologi serupa bukan pertama kali digunakan dalam olahraga profesional. Sejumlah atlet elite dunia telah memanfaatkannya sebagai bagian dari program peningkatan performa.

Salah satu nama yang disebut dalam laporan tersebut adalah petarung MMA, Ilia Topuria. Atlet asal Spanyol-Georgian itu dikabarkan menggunakan metode serupa untuk mempertajam refleks dan kemampuan membaca gerakan lawan.

Selain sepak bola, latihan visual juga telah diterapkan dalam cabang olahraga lain seperti basket dan tenis. Tujuannya sama, yakni meningkatkan fokus serta kemampuan merespons situasi pertandingan dalam waktu singkat.

Arab Saudi berharap inovasi tersebut dapat membantu lini pertahanan mereka tampil lebih solid saat menghadapi Spanyol. Terlebih, tim asuhan Roberto De La Fuente diprediksi akan tampil menyerang setelah gagal mencetak gol pada laga pertama.

Spanyol sebelumnya harus puas bermain imbang tanpa gol melawan Tanjung Verde. Hasil tersebut membuat La Roja berada dalam tekanan untuk meraih kemenangan demi menjaga peluang lolos ke fase berikutnya.

Marca menilai efektivitas penyelesaian akhir akan menjadi kunci bagi Spanyol. Pasalnya, para penjaga gawang Arab Saudi disebut sedang dipersiapkan secara khusus untuk menghadapi gelombang serangan lawan.

"Jika Spanyol ingin bangkit dari awal yang mengecewakan, mereka harus lebih efektif memanfaatkan peluang. Hanya dengan cara itu mereka bisa mengatasi penjaga gawang yang telah dipersiapkan secara serius untuk mempersulit para penyerang," ujar Marca.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....