Jembatan ATJ Dibangun Baru, Bupati Kubar: Rumit Kalau Lanjutkan yang Ada
- 02 Apr 2024 16:02 WIB
- Sendawar
KBRN, Sendawar: Bupati Kutai Barat (Kubar) FX.Yapan menyebut, proyek jembatan Aji Tullur Jejangkat (ATJ) yang mangkrak sejak 2015, kecil kemungkinan untuk dilanjutkan.
Lantaran ada banyak persoalan dalam proyek yang telah menghabiskan dana ratusan miliar tersebut. Baik dari sisi administrasi, konstruksi maupun persoalan hukum.
”Yang ada sekarang tidak bisa dilanjutkan, karena administrasinya juga bermasalah, close sudah. Pokoknya rumitlah kalau itu dilanjutkan. Apa lagi itu rendah, nanti tidak bisa lewat ponton batu bara,” kata Yapan usai menutup kegiatan Musrenbang di kantor Bapeda Litbang, kompleks perkantoran Pemkab, Senin (1/4/2024).
BACA JUGA:
Pembangunan Jembatan ATJ Diambil Alih Pusat, Pemkab Kubar Siapkan Perencanaan
Karena persoalan itu lanjut Yapan, Pemkab Kubar mengusulkan untuk dibangun jembatan baru. Usulan itu telah disampaikan ke pemerintah pusat. Namun pemerintah daerah diminta membuat perencanaan baru.
Bahkan penjabat gubernur Kaltim, Akmal Malik sudah meminta Pemkab Kubar segera menyiapkan master plan untuk disampaikan ke pusat.
”Pak Pj Gubernur sudah minta kita siapkan perencanaan. Nanti tahun 2025 mulai dianggarkan, tapi itu tanggungan pusat,” jelas Yapan.
BACA JUGA:
Pembangunan Jembatan ATJ Masuk Perencanaan dengan Biaya Rp3,5 M
Untuk meloloskan usulan itu, Pemkab Kubar pun bergerak cepat. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Daerah, Yudianto Rihartono mengatakan, perencanaan jembatan ATJ sudah masuk dalam kegiatan pemerintah tahun ini melalui dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
”Anggarannya juga sudah siap, masuk di dinas PU,” kata Yudi.
Sementara itu Dinas PUPR menyatakan, lelang perencanaan proyek jembatan ATJ sudah mulai dilaksanakan.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kubar, Yohanis Sau menyebut, perencanaan itu meliputi desain konstruksi, kebutuhan anggaran hingga analisis dampak lingkungan (amdal).
”Itu perencanaan awal lagi karena bangun baru, bukan melanjutkan yang ada. Nanti kita yang siapkan semua, baik perencanaan fisik maupun amdalnya,” ucap Sau.
Adapun anggaran untuk membuat perencanaan sudah disiapkan sekitar Rp 3,5 miliar.
BACA JUGA:
Habiskan Dana Ratusan Miliar, Jembatan ATJ di Kutai Barat Mangkrak
Bayar Utang Jembatan ATJ, Pemkab Kubar Minta LO Kejaksaan
Diketahui jembatan ATJ di kelurahan Melak Ilir kecamatan Melak kabupaten Kutai Barat dibangun sejak era bupati Ismail Thomas tahun 2012 silam. Namun hingga akhir masa jabatan pada April 2016, jembatan itu tak kunjung rampung.
Lalu Pemkab Kubar sempat berencana melanjutkan mega proyek itu di masa bupati FX.Yapan. Tetapi gagal karena proyek itu bermasalah secara hukum hingga menjerat oknum kontraktor yang mengerjakan proyek di tahun 2018.
Kemudian Pemkab Kubar sempat mengundang pakar konstruksi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) untuk melakukan penelitian ulang.
Hasil penelitian itu menyatakan ada kemiringan pada sejumlah pylon atau tiang utama untuk bentangan kabel. Rekomendasi teknis juga sudah diberikan, termasuk estimasi anggaran untuk perbaikan dan penyelesaian proyek tersebut.
Namun belum sempat dikerjakan, pihak kontraktor, yakni PT Waskita Karya menggugat Pemkab Kubar untuk membayar kekurangan sekitar Rp 56 miliar. Masalah tersebut masih bergulir hingga saat ini.
BACA JUGA:
Ini Alasan Penundaan dan Upaya Pembangunan Jembatan ATJ Kubar
KPK Pertanyakan Pengawasan DPRD Kubar Terhadap Proyek Mangkrak
Dengan berbagai persoalan itu, maka Pemkab Kubar memutuskan untuk meminta bantuan pemerintah pusat.
Usulan itu disampaikan bupati FX.Yapan kepada presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungan kerja ke Kutai Barat, November 2023 lalu.
Alhasil usulan itu diterima dan kini tinggal menunggu kepastian dari pemerintah pusat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....