Pembangunan Jembatan ATJ Diambil Alih Pusat, Pemkab Kubar Siapkan Perencanaan

  • 02 Apr 2024 12:03 WIB
  •  Sendawar

KBRN, Sendawar: Pemerintah kabupaten Kutai Barat (Kubar) Provinsi Kalimantan Timur kembali melakukan perencanaan ulang pembangunan jembatan Aji Tullur Jejangkat (ATJ) di kecamatan Melak. Pasalnya jembatan tersebut rencananya diambil alih pemerintah pusat.

”Pak Pj Gubernur sudah minta kita siapkan perencanaan. Nanti tahun 2025 mulai dianggarkan, tapi itu tanggungan pusat,” kata bupati Kubar FX.Yapan usai menutup Musrenbang tingkat kabupaten di kantor Bapeda Litbang, Senin (1/4/2024).

BACA JUGA:

Jembatan ATJ Dibangun Baru, Bupati Kubar: Rumit Kalau Lanjutkan yang Ada

Menurut Yapan, jembatan yang mangkrak sejak 2015 itu akan dibangun baru. Karena ada persoalan teknis, administrasi maupun hukum.

”Yang ada sekarang tidak bisa dilanjutkan, karena administrasinya juga bermasalah, close sudah. Pokoknya rumitlah kalau itu dilanjutkan. Apa lagi itu rendah, nanti tidak bisa lewat ponton batu bara,” ujarnya.

BACA JUGA:

Pembangunan Jembatan ATJ Masuk Perencanaan dengan Biaya Rp3,5 M

Sementara itu kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Daerah, Yudianto Rihartono mengatakan, perencanaan jembatan ATJ sudah masuk dalam kegiatan pemerintah tahun ini.

”Anggarannya juga sudah siap, masuk di dinas PU,” katanya.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kubar, Yohanis Sau membenarkan soal master plan jembatan baru ATJ.

Sau mengaku saat ini sudah dimulai tahapan pelelangan, yang meliputi tahap perencanaan dan analisis dampak lingkungan (Amdal).

”Perencanaannya di bidang kami, tapi pak Kadis langsung yang ketua PPK-nya. Itu perencanaan awal lagi karena bangun baru bukan melanjutkan yang ada. Nanti kita yang siapkan semua, baik perencanaan fisik maupun amdalnya,” jelas Sau.

BACA JUGA:

Proyek jembatan ATJ ditargetkan masuk tahap perencanaan tahun 2024

Adapun anggaran untuk membuat perencanaan sudah disiapkan sekitar Rp 3,5 miliar.

”Anggarannya sekitar 3 M lebih,” sebut dia.

Diketahui jembatan ATJ di kecamatan Melak dibangun sejak era bupati Ismail Thomas tahun 2012 silam. Jembatan yang melintasi sungai Mahakam itu akan menghubungkan kecamatan Melak dengan kecamatan Mook Manar Bulatn.

Namun pembangunan jembatan sepanjang 300 meter lebih itu mangkrak sejak 2015. Padahal pemerintah sudah mengeluarkan dana ratusan miliar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....