Baru Sehari Cerah, Kutai Barat Kembali Diselimuti Kabut Asap Karhutla

  • 22 Sep 2026 13:44 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Baru sehari sempat cerah, udara di sejumlah wilayah Kabupaten Kutai Barat kembali diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Selasa, 22 September 2026. Kondisi ini membuat kualitas udara kembali berada pada kategori tidak sehat.

Kabut asap terlihat di sejumlah wilayah ibu kota Kabupaten Kutai Barat, mulai dari wilayah Melak hingga Barong Tongkok. Asap diduga berasal dari Karhutla di kawasan Kilometer 10, perbatasan Kampung Muyub Aket, Kecamatan Tering, dengan Kampung Muara Batuq, Kecamatan Mook Manaar Bulatn.

Kebakaran dilaporkan terjadi sejak Senin, 21 September 2026 malam dan menghanguskan sekitar 10 hektare lahan. Tim gabungan berhasil mengendalikan api sekitar pukul 03.00 WITA, kemudian melanjutkan proses pendinginan hingga lokasi dinyatakan aman sekitar pukul 07.30 WITA.

Meski api telah berhasil dikendalikan, kondisi lahan yang terbakar berupa semak belukar dan kawasan bergambut dengan banyak material kering membuat potensi munculnya kembali titik api tetap perlu diwaspadai. Asap dari sisa pembakaran juga dapat terbawa angin ke wilayah sekitar.

Kapolsek Melak IPTU Rinto Simanjuntak mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama ketika kondisi lahan kering.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Kondisi lahan yang kering dan terdapat material mudah terbakar membuat api cepat menyebar," ujarnya.

Ketua Masyarakat Peduli Api (MPA) Kampung Muara Batuq, Kecamatan Mook Manar Bulatan, Yance David Polandos mengaku api sudah berhasil dikendalikan sejak Senin malam.

"Upaya pemadaman sudah kami lakukan bersama tim gabungan, saat sudah berhasil dipadamkan," katanya.

Kondisi tersebut menambah daftar panjang Karhutla di Kutai Barat. BPBD sebelumnya mencatat 141 kejadian Karhutla dengan total luasan terbakar mencapai 6.238,78 hektare sepanjang 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kutai Barat Yudianto Rihartono mengatakan Kecamatan Barong Tongkok mencatat kejadian terbanyak dengan 52 titik, disusul Kecamatan Damai sebanyak 12 titik. Sementara luasan terbesar berada di Kampung Muara Ohong yang mencapai 5.392,43 hektare.

"Per hari ini ada 141 kejadian dengan luasan 6.238,78 hektare," kata Yudianto saat penyerahan sarana dan prasarana penanganan Karhutla di Alun-Alun Itho, Jumat, 18 September 2026.

Besarnya jumlah kejadian dan luasan lahan terbakar membuat penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan hingga tingkat kecamatan dan kampung. Pemerintah Kabupaten Kutai Barat telah menyerahkan sarana penanganan Karhutla kepada 16 kecamatan, Brigade Kecamatan dan Masyarakat Peduli Api.

Masyarakat juga diimbau segera melaporkan apabila menemukan titik api atau asap tebal di sekitar permukiman maupun kawasan lahan, sehingga dapat ditindaklanjuti sebelum kebakaran meluas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....