Karhutla di Kubar Tak Kunjung Mereda, 141 Kejadian dan 6.238 Hektare Terbakar
- 19 Sep 2026 06:10 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) meluas drastis di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Provinsi Kalimantan Timur sepanjang pertengahan tahun 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sedikitnya 141 kejadian kebakaran telah membumihanguskan lahan seluas 6.238,78 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kutai Barat, Yudianto Rihartono, mengatakan Kecamatan Barong Tongkok menjadi wilayah dengan titik kebakaran terbanyak yakni 52 titik, disusul Kecamatan Damai sebanyak 12 titik. Sementara itu, tingkat kerusakan terluas berada di Kampung Muara Ohong kecamatan Jempang yang mencapai 5.392,43 hektare.
"Per hari ini ada 141 kejadian dengan luasan 6.238,78 hektare," kata Yudianto saat penyerahan sarana dan prasarana penanganan Karhutla di Alun-Alun Itho Sendawar, Jumat 18 September 2026.
Yudianto menyebut sejumlah wilayah mulai mendapatkan hujan dan gerimis setelah adanya operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilakukan BNPB bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur selama tiga hari terakhir. Namun hujan tidak merata di setiap wilayah sehingga tetap muncul titik panas atau hot spot.
“Kita bersyukur melalui OMC sehingga ada curah hujan dan gerimis di beberapa wilayah,” ucapnya.
Meski begitu Yudi menegaskan, turunnya hujan tidak berarti kewaspadaan terhadap Karhutla dapat dihentikan. Pemerintah tetap meminta masyarakat, pemerintah kampung dan kecamatan menjaga kesiapsiagaan karena kondisi kebakaran masih menjadi persoalan yang membutuhkan respons cepat.
Musim kemarau panjang yang dipicu oleh fenomena El Nino dinilai jadi penyebab utama kekeringan ekstrem. Kondisi vegetasi yang mengering memicu lonjakan titik panas (hotspot) yang berpotensi tinggi menimbulkan karhutla.
Mengantisipasi eskalasi bencana tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat bergerak cepat memperkuat kapasitas operasional di tingkat bawah. Penguatan tersebut dilakukan melalui penyerahan sarana dan prasarana penanganan Karhutla kepada 16 kecamatan, Brigade Kecamatan dan Masyarakat Peduli Api (MPA).
Bantuan Sarpras yang disediakan Pemkab Kubar meliputi 16 unit motor trail, 5 unit mobil slip-on untuk 5 kecamatan terakhir, 7 unit tangki air kapasitas 5.000 liter, 16 unit lampu penerangan Solaris, 16 unit nozzle gambut, 17 unit pompa jinjing, 7 unit pompa portable, ratusan roll selang pemadam, serta 1 unit mobil rescue, 2 unit WS, dan 1 unit towing.
Yudianto berharap kecamatan yang telah menerima peralatan menjadi garda terdepan dalam penanganan awal sebelum meminta bantuan BPBD kabupaten.
"Ini menjadi garda terdepan kita sehingga kebakaran bisa ditanggulangi dulu, baru memanggil bantuan dari BPBD," ujarnya.
Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, menegaskan penanganan bencana karhutla membutuhkan kesiapsiagaan penuh, respons cepat, dan kolaborasi tanpa henti. Karena itu ia meminta seluruh jajaran pemerintahan daerah menjaga serta merawat fasilitas pemadam yang dialokasikan agar siap pakai kapan saja.
“Saya meminta kepada para Camat, Kepala Kampung, Brigade Kecamatan dan MPA agar seluruh peralatan ini dirawat dan dimanfaatkan sebaik-baiknya, serta meningkatkan kesiapsiagaan terutama pada kondisi cuaca yang rawan terjadi kebakaran,” ujarnya.
Bupati juga mengapresiasi kerja sama semua pihak, baik TNI-Polri, Manggala Agni, KPHP, MPA, petugas kesehatan, Puskesmas dan rumah sakit serta para relawan yang ikut berjibakau memadamkan api.
Catatan Redaksi: Pemerintah Kabupaten Kutai Barat mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terutama di tengah kondisi cuaca kering. Segera laporkan potensi titik api sekecil apa pun kepada posko MPA atau pihak kecamatan setempat guna mencegah terjadinya bencana karhutla yang meluas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....