Kubar Perkuat Penanganan Karhutla di Tingkat Kecamatan
- 21 Sep 2026 12:58 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menyerahkan sarana dan prasarana penanganan kebakaran kepada 16 kecamatan dan Masyarakat Peduli Api (MPA).
Penyerahan bantuan dilakukan di Alun-Alun Itho, Jumat 18 September 2026, dan menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan penanganan karhutla sejak tingkat wilayah. Peralatan tersebut diharapkan dapat mempercepat respons ketika kebakaran terjadi sebelum dukungan dari tingkat kabupaten dikerahkan.
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin mengatakan penanganan karhutla membutuhkan kesiapsiagaan, kecepatan, dan sinergi seluruh pihak. Menurutnya, ketersediaan peralatan di kecamatan dan MPA menjadi faktor penting untuk melakukan penanganan awal. “Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat respons apabila terjadi kebakaran serta memperkuat upaya pencegahan dan penanganan karhutla di wilayah masing-masing,” ucap Frederick.
Bantuan yang disalurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Barat itu meliputi pompa jinjing, pompa apung, pompa portabel, embung air berkapasitas 5.000 liter, selang pemadam, motor trail karhutla, tenda, lampu penerangan, dan nozzle. Selain itu, diserahkan tujuh set peralatan brigade kecamatan dan 10 set peralatan MPA.
Lima unit mobil slip-on diberikan kepada Kecamatan Barong Tongkok, Melak, Muara Lawa, Penyinggahan, dan Sekolaq Darat. Sementara peralatan MPA disalurkan kepada 10 kampung, yakni Benung, Keliwai, Sentalar, Loa Deras, Muara Nili, Lampunah, Jerang Melayu, Muyub Hulu, Gelonggong Asa, dan Juhan Asa.
Frederick meminta camat, pemerintah kampung, brigade kecamatan, dan MPA memastikan seluruh peralatan dirawat dan selalu siap digunakan. Ia juga mengapresiasi dukungan PT BEK dalam penanganan karhutla, termasuk bantuan masker dan mesin alkon, serta berharap keterlibatan dunia usaha terus diperkuat.
Kepala Pelaksana BPBD Kutai Barat Yudianto Rihartono mengatakan kejadian karhutla sepanjang 2026 menunjukkan perlunya penguatan kemampuan penanganan di tingkat wilayah. Hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir turut membantu kondisi lapangan setelah Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan BNPB bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Pada kegiatan yang sama, Pemkab Kutai Barat melalui Dinas Sosial menyalurkan bantuan beras kepada keluarga prasejahtera. Dari hasil pendataan dan verifikasi, sebanyak 19.764 kepala keluarga di 183 kampung dan empat kelurahan menjadi penerima, masing-masing memperoleh 10 kilogram beras. Hingga 17 September 2026, distribusi telah menjangkau 93 kampung dengan total sekitar 83 ton beras.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....