Kualitas Udara di IKN Relatif Normal di tengah Ancaman Karhutla
- 29 Agt 2026 11:49 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Nusantara – Kualitas udara di sebagian besar wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) masih relatif normal di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Otorita IKN terus memantau kualitas udara di sejumlah titik untuk mendeteksi potensi gangguan akibat kebakaran.
Deputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN Myrna Asnawati Safitri mengatakan, hasil pemantauan melalui alat pemantau kualitas udara menunjukkan sebagian besar wilayah IKN masih dalam kondisi aman atau sehat.
“Sebagian besar lokasinya masih dalam kondisi yang aman. Indeks polusi udaranya masih berada di bawah 100, bahkan di area sini rata-rata 30 sampai 40,” ujar Myrna di IKN, Jumat 28 Agustus 2026.
Namun, OIKN menemukan kondisi berbeda di Desa Wonotirto, kecamatan Sepaku. Indeks kualitas udara di wilayah tersebut tercatat berada di atas 100.
Myrna mengatakan, kondisi tersebut menjadi perhatian karena Wonotirto dan sekitarnya memiliki kawasan bergambut. Meski tergolong gambut tipis dengan ketebalan sekitar 50 sentimeter, kawasan tersebut membutuhkan penanganan khusus karena api lebih sulit dipadamkan ketika terjadi kebakaran.
OIKN juga menemukan aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar saat melakukan pemantauan di lapangan.
Karena itu, OIKN meminta pemerintah desa dan aparat keamanan, termasuk Babinsa, meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk mencegah pembakaran lahan.
Menurut Myrna, pemantauan kualitas udara harus berjalan bersama dengan sistem penanggulangan karhutla. OIKN telah membentuk satuan reaksi cepat multi pihak yang bekerja di tujuh kluster wilayah IKN.
Satuan tersebut melibatkan OIKN, pemerintah daerah, pemerintah desa dan kelurahan, masyarakat, kelompok masyarakat peduli api, pelaku usaha, organisasi lingkungan, TNI dan Polri.
Sistem ini ditujukan untuk mempercepat penyampaian informasi dan melakukan pemadaman sejak dini ketika terjadi kebakaran.
Myrna menegaskan, pengendalian karhutla harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan, pemantauan, penanganan hingga evaluasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....