Perumdam Tirta Sendawar Pastikan Distribusi Air Tetap Berjalan Normal

  • 12 Agt 2026 13:51 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Isu yang berkembang di tengah masyarakat terkait rencana penghentian distribusi air bersih di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), dalam dua hingga tiga hari ke depan, dipastikan tidak benar.

Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Sendawar, memastikan pelayanan kepada pelanggan tetap diupayakan berjalan, meski kondisi Sungai Mahakam mengalami penyusutan akibat kemarau.

Direktur Perumdam Tirta Sendawar, Untung Surapati, mengatakan pihaknya tidak memiliki rencana menghentikan pelayanan hanya karena kondisi kemarau yang saat ini melanda wilayah Kubar.

Perumdam tetap berkomitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat selama sumber air baku masih memungkinkan untuk dimanfaatkan.

“Kita prinsipnya, sepanjang Mahakam itu tidak kering, tetap kita bisa melayani, kecuali kalau Mahakam itu kering,” kata Untung Surapati, Rabu 12 Agustus 2026.

Pompa Isap Existing yang saat ini digunakan Perumdam Trita Sendawar masih Berjalan Normal. (foto.RRI/MCJ)

Menurut Untung, kondisi yang terjadi saat ini bukan persoalan terhentinya pelayanan. Perumdam Tirta Sendawar, justru tengah melakukan sejumlah langkah teknis di lapangan untuk mengantisipasi kemungkinan kondisi kemarau semakin ekstrem.

Untung menjelaskan, petugas dalam dua hari terakhir sedang melakukan penyambungan pipa hisap di kawasan intake. Langkah tersebut dilakukan agar pompa tetap mampu mengambil air baku ketika permukaan Sungai Mahakam terus mengalami penurunan.

“Intinya nggak ada persoalan dari sudut pelayanan kita. Masih normal sebenarnya,” ujarnya.

Sudah Ada Solusi Hadapi Kekeringan

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Teknis Perumdam Tirta Sendawar, Sutarman, juga membantah adanya rencana penghentian distribusi air. Saat ini, kata dia, upaya antisipasi tengah dilakukan melalui pemindahan rumah pompa apung, agar pengambilan air baku tetap dapat berlangsung.

“Tidak ada distop. Makanya kita sekarang menggeser rumah pompa apung ke luar area sebelumnya, agar lebih leluasa bergeser ketika air Mahakam semakin surut. Ini akan teratasi,” kata Sutarman.

Pompa Isap Rumah Apung dipersiapkan Untuk Mengambil Air Baku. Bisa menyesuaikan kondisi Permukaan Air Mahakam yang Tengah Surut karena Kemaru. (foto.RRI/MCJ)

Ia menambahkan, kemungkinan yang dapat terjadi apabila debit air mengalami penurunan adalah Perumdam Tirta Sendawar akan melakukan pengaturan distribusi secara bergiliran sesuai kondisi di lapangan.

Namun, skema tersebut masih akan diuji terlebih dahulu dan bukan berarti distribusi air akan dihentikan dalam dua hingga tiga hari ke depan.

“Kalau kemungkinan yang bisa terjadi itu, debit airnya akan menurun. Tidak nyampe 200 liter per detik seperti kondisi normal biasanya, karena permukaan pompa semakin jauh akibat kemarau ini. Tapi itu kita uji dulu, mudah-mudahan debit air masih bisa normal 200 liter per detik, sehingga tidak ada zonasi untuk distribusi ke masyarakat,” ucap Sutarman.

Ia menjelaskan, saat ini terdapat dua sistem pompa yang digunakan Perumdam Tirta Sendawar. Pompa existing yang selama ini beroperasi, berada pada posisi tetap dan tidak dapat digeser mengikuti penyusutan permukaan Sungai Mahakam.

Karena itu, Perumdam mengoptimalkan pompa terapung sebagai langkah antisipasi. Rumah pompa terapung tersebut dapat dipindahkan ke posisi yang lebih sesuai dengan kondisi permukaan sungai, sehingga proses pengambilan air baku tetap dapat dilakukan ketika Mahakam terus mengalami penyusutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....