Diskominfo Kubar Ajak Masyarakat Budayakan Saring sebelum Sharing di Medsos

  • 03 Jun 2026 16:05 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mengimbau masyarakat untuk membiasakan prinsip “saring sebelum sharing” guna menghindari penyebaran informasi palsu atau hoaks yang semakin mudah beredar melalui media sosial.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Kubar, Sapri, mengatakan kemampuan membedakan informasi yang benar dan menyesatkan menjadi salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki masyarakat di era digital.

Menurutnya, hoaks sering kali menyebar lebih cepat dibandingkan informasi yang telah terverifikasi karena memanfaatkan emosi pembaca melalui judul maupun isi konten yang provokatif.

“Pastikan informasi berasal dari media massa resmi atau akun pemerintah daerah yang terverifikasi, bukan dari akun anonim atau grup siber yang tidak jelas asal-usulnya,” kata Sapri, Rabu 3 Juni 2026.

Ia menjelaskan, masyarakat perlu lebih berhati-hati terhadap informasi yang menggunakan judul sensasional atau langsung menyudutkan pihak tertentu tanpa menyajikan fakta yang lengkap.

“Hoaks sering kali menggunakan judul yang menggelegar, sensasional, atau langsung menyudutkan pihak tertentu untuk memicu emosi pembaca,” ujarnya.

Selain memperhatikan sumber informasi, masyarakat juga diminta tidak langsung mempercayai tangkapan layar maupun video pendek yang beredar di media sosial. Konten semacam itu kerap diambil dari peristiwa lama atau telah mengalami penyuntingan sehingga menimbulkan kesalahpahaman.

“Jangan langsung percaya pada potongan gambar atau video pendek. Periksa apakah konten tersebut sudah disunting atau diambil dari peristiwa lama yang konteksnya diputarbalikkan,” katanya.

Sapri menambahkan, apabila menemukan informasi yang diragukan kebenarannya, masyarakat sebaiknya mencari konfirmasi melalui kanal resmi pemerintah atau situs pengecekan fakta yang terpercaya sebelum membagikannya kepada orang lain.

“Jika ragu, cari konfirmasi melalui kanal aduan resmi Pemkab Kutai Barat atau situs pengecek hoaks nasional terpercaya sebelum menyebarkannya kembali,” ucapnya.

Ia berharap budaya memverifikasi informasi sebelum membagikannya dapat menjadi kebiasaan baru masyarakat sehingga ruang digital tetap sehat dan terhindar dari penyebaran informasi yang menyesatkan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....