Harga Telur Ayam di Kutai Barat Stabil, Cenderung Turun Pascakenaikan Pertamax
- 17 Jun 2026 17:21 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Di tengah kenaikan sejumlah harga kebutuhan pokok masyarakat akibat naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax, harga telur ayam ras di Kabupaten Kutai Barat justru terpantau stabil, bahkan cenderung mengalami penurunan dibandingkan sebelum kenaikan BBM.
Salah seorang pedagang telur di Pasar Barong Tongkok Kutai Barat, Rusdi, saat ditemui RRI.co.id pada Rabu 17 Juni 2026, mengatakan harga telur saat ini berada pada kisaran Rp53.000 hingga Rp58.000 per piring berisi 30 butir.
Menurutnya, harga telur saat ini lebih rendah dibandingkan sebelum kenaikan harga BBM.
"Kalau telur sekarang malah lagi turun. Satu piring ukuran sedang Rp53.000, sedangkan ukuran besar Rp58.000 per piring. Sebelum BBM naik, harganya justru berada di kisaran Rp60.000 per piring," ujar Rusdi.
Ia menambahkan, meskipun tidak semua harga kebutuhan pokok di Kutai Barat mengalami kenaikan, dampak kenaikan BBM tetap dirasakan masyarakat melalui penurunan daya beli.
Hal tersebut, kata Rusdi, terlihat dari berkurangnya antusiasme masyarakat dalam membeli telur meskipun harganya sedang relatif murah. Kondisi ini berbeda dengan situasi sebelum kenaikan BBM, ketika permintaan telur cenderung meningkat, terutama saat harga mengalami penurunan.
Rusdi menilai, kenaikan harga BBM jenis Pertamax yang diberlakukan pemerintah beberapa waktu lalu berpotensi menimbulkan efek domino pada berbagai sektor. Salah satunya adalah meningkatnya permintaan BBM jenis Pertalite.
Menurutnya, masyarakat yang tidak mendapatkan Pertalite terpaksa membeli Pertamax dengan harga yang berlaku saat ini, yakni sekitar Rp16.250 per liter.
Masyarakat berharap kondisi tersebut tidak berlangsung lama sehingga daya beli dapat kembali normal dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih baik. (Edy)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....