Landasan Pacu Bandara Melalan Belum Ideal, Penumpang dari Kubar Dibatasi 65 Orang
- 09 Jun 2026 05:55 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Keterbatasan panjang landasan pacu Bandara Melalan, Kutai Barat, masih menjadi tantangan utama dalam pengembangan penerbangan di wilayah tersebut. Kondisi itu membuat jumlah penumpang pesawat Wings Air rute Melak–Samarinda harus dibatasi hanya sekitar 65 orang per penerbangan.
Station Manager Lion Group Wings Air Melak, Andi Muh Dhevara Saputra, mengatakan pesawat ATR 72 sebenarnya memiliki kapasitas maksimal 72 kursi. Namun, keterbatasan runway membuat pengisian penumpang dari Melak tidak bisa penuh.
“Kalau dari Samarinda ke Melak bisa terisi 72 kursi. Tetapi dari Melak ke Samarinda hanya sekitar 65 kursi karena ada limitasi runway di Bandara Melalan,” ujarnya saat rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, Senin 8 Juni 2026.
Ia menjelaskan, panjang runway ideal untuk operasional maksimal pesawat ATR 72 sekitar 1.800 meter. Sementara runway Bandara Melalan saat ini hanya sekitar 1.300 meter.
“Makanya pengisian penumpang dari Melak harus dibatasi demi faktor keselamatan penerbangan,” katanya.
Plt Kepala Dinas Perhubungan Kutai Barat, Rita Nursandy, mengakui kondisi infrastruktur bandara masih menjadi tantangan besar bagi pengembangan transportasi udara di daerah.
Menurutnya, pemerintah daerah sebelumnya pernah merencanakan perpanjangan runway Bandara Melalan. Namun rencana tersebut terkendala kondisi geografis di sekitar ujung landasan yang dinilai tidak memungkinkan untuk pengembangan lebih lanjut.
“Dulu pernah ada rencana memperpanjang runway, tetapi kondisi geografisnya tidak memungkinkan karena ada jurang di ujung landasan, sehingga anggaran yang sudah siap pun dibatalkan” katanya.
Meski demikian, Pemkab Kutai Barat tetap mendukung penuh operasional penerbangan Samarinda–Melak yang mulai dibuka kembali pada 17 Juni 2026. Pemerintah berharap keterbatasan infrastruktur tidak mengurangi minat masyarakat menggunakan transportasi udara.
Rita menilai kehadiran penerbangan langsung ke Samarinda tetap menjadi langkah penting untuk mempercepat mobilitas masyarakat, mendukung investasi, serta memperkuat konektivitas Kutai Barat dengan ibu kota provinsi.
“Walaupun infrastrukturnya masih terbatas, ini tetap menjadi kemajuan besar bagi pelayanan transportasi udara di Kutai Barat,” ucap Rita.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....