Pengembangan Runway Bandara Melalan Masih Terus Diupayakan
- 13 Mei 2026 19:00 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Pengembangan runway atau landasan pacu di Bandara Melalan Kabupaten Kutai Barat (Kubar) masih terus diupayakan guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan penerbangan di wilayah tersebut.
UPBU Bandara Melalan terus memastikan seluruh fasilitas penerbangan dalam kondisi siap digunakan, baik untuk proses lepas landas maupun pendaratan pesawat.
Selain pemeliharaan rutin, perpanjangan runway juga dinilai penting agar operasional penerbangan semakin optimal.
Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Melalan Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Bernard Repelita Purba, mengatakan semakin panjang landasan pacu maka proses pendaratan pesawat akan semakin nyaman. Menurutnya, kondisi tersebut membuat pesawat tidak perlu melakukan pengereman terlalu keras saat landing.
“Semakin panjang runway tentu semakin nyaman untuk pendaratan pesawat,” ujar Bernard, Rabu 13 Mei 2026.
Namun demikian, rencana pengembangan runway hingga kini masih menghadapi sejumlah kendala teknis di lapangan. Di bagian ujung landasan terdapat kondisi geografis berupa jurang sehingga memerlukan penimbunan dan pengerasan terlebih dahulu sebelum proyek dapat dilanjutkan.
Selain faktor geografis, pengembangan ke sisi lainnya juga sulit dilakukan karena area tersebut sudah dipenuhi permukiman warga. Tidak hanya itu, di sekitar lokasi juga terdapat jalan poros utama yang menjadi akses masyarakat sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan perluasan.
Bernard mengungkapkan, program perpanjangan runway sebenarnya sudah direncanakan sejak lama. Akan tetapi, adanya efisiensi anggaran membuat pelaksanaan program belum dapat berjalan sesuai target yang diharapkan.
Meski begitu, pihaknya tetap berupaya agar pengembangan tersebut bisa direalisasikan di masa mendatang. Ia menambahkan animo masyarakat menggunakan transportasi udara melalui Bandara Melalan masih cukup tinggi.
Tingkat keterisian penumpang bahkan hampir selalu penuh, terutama saat pekerja perusahaan tambang memasuki masa cuti maupun kembali bekerja.
“Okupansi penumpang cukup tinggi karena banyak pekerja tambang yang menggunakan transportasi udara,” ucap Bernard.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....