UPBU Melalan Dorong Pembukaan Rute Baru ke Samarinda

  • 13 Mei 2026 18:54 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Melalan Kutai Barat (Kubar), Bernard Repelita Purba, mengatakan pihaknya telah mengajukan permohonan pembukaan rute penerbangan Melak-Samarinda dan Samarinda-Melak.

Bahkan, pihak bandara juga sudah menghadap Bupati Kutai Barat untuk membahas rencana tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah menyambut baik usulan itu karena dinilai dapat mendukung mobilitas masyarakat dan pelayanan birokrasi.

Bernard mengatakan, apabila penerbangan setiap hari belum memungkinkan, minimal penerbangan dapat dibuka tiga kali dalam sepekan.

Ia mencontohkan perkembangan rute Balikpapan-Melak (PP) yang awalnya hanya beroperasi dua kali dalam seminggu, namun kini sudah tersedia setiap hari karena jumlah penumpang terus meningkat.

Bahkan khusus hari Rabu dan Minggu, penerbangan mencapai dua kali flight dalam sehari. Ia menjelaskan, rencana pembukaan rute baru tersebut sebenarnya ditargetkan mulai berjalan pada Mei tahun ini.

Namun, pihak maskapai melalui surat resmi menyampaikan bahwa kebutuhan operasional sementara belum dapat dipenuhi.

“Mereka hanya memberitahukan bahwa karena alasan operasional, sementara ini belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Bernard, Rabu 13 Mei 2026.

Menurutnya, kendala operasional itu disebabkan keterbatasan armada dan jam kerja pilot yang harus mematuhi aturan keselamatan penerbangan. Bernard menyebut maskapai yang direncanakan melayani rute tersebut masih berada dalam grup yang sama dengan penerbangan saat ini, yakni Wings Air di bawah Lion Group.

Ia menegaskan, jam terbang pilot tidak boleh melebihi batas yang ditentukan karena berkaitan langsung dengan keselamatan penumpang sehingga waktu istirahat pilot harus terpenuhi.

Terkait harga tiket pesawat, Bernard menuturkan tarif penerbangan dari Melak menuju Balikpapan saat ini masih dalam kondisi normal meskipun harga avtur mengalami kenaikan.

Ia mengungkapkan, maskapai memang memiliki rencana penyesuaian tarif, namun keputusan kenaikan harga tidak bisa dilakukan sepihak dan harus melalui keputusan bersama dengan Kementerian Perhubungan.

Bernard menambahkan, dalam dunia penerbangan terdapat ketentuan tarif batas atas dan tarif batas bawah sehingga harga tiket bersifat fluktuatif.

Bernard juga menjelaskan perbedaan harga tiket dipengaruhi waktu pemesanan. Menurutnya, penumpang yang membeli tiket mendadak biasanya memperoleh harga lebih tinggi dibanding yang memesan jauh hari sebelumnya.

Ia menyebut untuk kota besar seperti Medan dan Jakarta, harga standar tiket berkisar Rp1,2 juta hingga Rp1,3 juta.

“Jadi masyarakat Kutai Barat punya pilihan transportasi, baik udara, darat maupun sungai sesuai kemampuan dan kebutuhan masing-masing. Tetapi kalau ingin cepat dan nyaman tentu pesawat menjadi pilihan,” ucapnya.

Selain membahas layanan penerbangan, UPBU Melalan juga terus menjalankan program pemeliharaan bandara setiap tahun.

Bernard mengatakan, pihaknya tetap berupaya melakukan perpanjangan runway agar pesawat lebih nyaman saat melakukan pendaratan.

Namun, program tersebut masih terkendala efisiensi anggaran serta kondisi geografis di ujung landasan yang terdapat jurang sehingga membutuhkan penimbunan dan pengerasan terlebih dahulu.

Meski demikian, pihak bandara memastikan fasilitas penerbangan tetap dipelihara agar aman untuk proses lepas landas dan pendaratan.

Tingginya animo masyarakat menggunakan transportasi udara juga terlihat dari tingkat keterisian penumpang yang hampir selalu penuh, terutama karena banyak pekerja perusahaan tambang yang melakukan perjalanan cuti.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....