Tokoh Lintas Agama Kutai Barat Ajak Masyarakat Terus Rawat Toleransi
- 25 Mar 2026 14:51 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Tokoh lintas agama di Kabupaten Kutai Barat mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga toleransi dan kebersamaan yang telah terbangun selama perayaan Idulfitri 1447 Hijriah dan Hari Raya Nyepi serta menyambut Paskah 2026.
Ketua Badan Musyawarah Antargereja Nasional (Bamagnas) Kutai Barat, Pdt. Hempry Sangian, menilai situasi yang kondusif selama dua momentum besar keagamaan ini menjadi bukti kuat bahwa masyarakat mampu hidup rukun di tengah keberagaman.
Menurutnya, perayaan Idulfitri dan Nyepi serta Prapaskah yang berlangsung berdekatan menjadi momen istimewa yang memperlihatkan nilai toleransi dan saling menghormati antarumat beragama.
“Kondisi ini adalah anugerah bagi kita semua. Kebersamaan ini harus terus kita jaga,” ujarnya di Sendawar, Rabu 25 Maret 2026.
Hal senada disampaikan tokoh agama Hindu, Mangku Sumidi. Ia mengapresiasi umat Hindu dan Muslim yang telah menjalankan ibadah dengan penuh khidmat serta saling menghormati selama perayaan berlangsung.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mempertahankan sikap toleransi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Hari Raya Nyepi dan Idulfitri yang penuh dengan kebersamaan ini sebagai wujud toleransi antaragama,” katanya.
Sementara itu, tokoh dari kalangan Islam, Sidikun Amri, menilai suasana aman dan tenteram selama Ramadan hingga Idulfitri memberikan kenyamanan dalam menjalankan ibadah.
“Kami sangat berterima kasih sekali bahwa keamanan yang berada di Pondok Pesantren ini mulai dari bulan suci Ramadan sampai pelaksanaan ibadah hari Raya Idulfitri pada tahun ini berjalan dengan baik, berjalan dengan tenang, tidak ada gangguan dari pihak manapun,” ucapnya.
Ia menegaskan pentingnya peran semua pihak, termasuk aparat keamanan dan masyarakat, dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan di lingkungan.
Para tokoh lintas agama berharap semangat kebersamaan yang telah terjalin ini tidak hanya hadir saat momentum hari besar keagamaan, tetapi juga terus terjaga dalam kehidupan bermasyarakat di Kutai Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....