Pemkab Kubar Gelontorkan Rp515 Miliar untuk Lanjutkan Pembangunan Jembatan ATJ

  • 31 Mar 2026 15:41 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat mengalokasikan anggaran fantastis sebesar Rp515 miliar untuk melanjutkan pembangunan Jembatan Aji Tullur Jejangkat (ATJ) di Kecamatan Melak.

Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP), proyek strategis tersebut akan dikerjakan selama tiga tahun anggaran, mulai 2026 hingga 2028 dengan skema multiyears. Skema ini dipilih guna memastikan pembangunan dapat berjalan berkesinambungan hingga tuntas.

Rincian alokasi anggaran antara lain Rp77,25 miliar pada 2026 sebagai tahap awal, Rp231,75 miliar pada 2027 yang menjadi porsi terbesar, serta Rp206 miliar pada 2028 untuk tahap penyelesaian. Seluruh pembiayaan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kutai Barat.

Ketua DPRD Kutai Barat, Ridwai, mengatakan jembatan ATJ merupakan salah satu janji politik bupati Frederick Edwin dan wakil bupati Nanang Adriani, untuk diselesaikan dalam periode kepemimpinan mereka. Pasalnya, proyek yang mangkrak sejak 2015 itu dinilai penting untuk masyarakat Kubar.

Ridwai menilai, skema multiyears merupakan solusi tepat untuk proyek infrastruktur bernilai besar agar tidak kembali terhenti di tengah jalan.

“Kalau single years sulit. Dengan multiyears, harapan kami kegiatan ini bisa sampai selesai dan benar-benar dinikmati masyarakat,” ujarnya di kantor DPRD Kubar, Senin 30 Maret 2026.

Ridwai menegaskan DPRD akan menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal, terutama saat proyek memasuki tahap tender hingga pelaksanaan di lapangan, guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana.

“Kalau sudah ditender dan berjalan, fungsi pengawasan kami pasti dimaksimalkan supaya pekerjaan benar-benar terwujud sesuai keinginan masyarakat Kutai Barat,” katanya.

Dari sisi teknis, lanjut Ridwai, pemerintah daerah juga telah menggandeng sejumlah perguruan tinggi untuk melakukan kajian kelayakan. Hasilnya, struktur jembatan yang ada dinilai masih layak untuk dilanjutkan pembangunannya.

“Dari beberapa universitas yang diajak kerja sama, mereka menyampaikan bahwa secara teknis masih layak dilanjutkan. Jadi tidak perlu membuat desain baru,” ucapnya.

Jembatan ATJ sendiri dirancang menggunakan struktur cable stayed dengan deck rangka baja. Desain ini dipilih untuk menjamin kekuatan konstruksi dalam jangka panjang serta mampu menahan beban lalu lintas yang tinggi.

Keberadaan jembatan tersebut dinilai sangat strategis karena akan menjadi penghubung penting antarwilayah di Kutai Barat. Selain itu, jembatan ini juga diproyeksikan memangkas waktu tempuh, menurunkan biaya logistik, serta membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat di wilayah Melak dan sekitarnya.

Ridwai menegaskan, dengan kucuran anggaran mencapai setengah triliun rupiah, Pemkab Kubar menunjukkan komitmen serius untuk menuntaskan proyek yang telah lama dinantikan masyarakat tersebut agar segera dapat dimanfaatkan secara optimal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....