Harga Daging Sapi di Kutai Barat Tetap Stabil Selama Dua Tahun
- 22 Feb 2026 05:04 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Harga daging sapi di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) terpantau stabil dalam dua tahun terakhir. Bahkan pada momentum Ramadan dan Idulfitri, harga jual di tingkat pedagang tidak mengalami lonjakan signifikan.
Pedagang sapi potong di Pasar Olah Bebaya Melak, Supriyadi, mengatakan harga daging sapi saat ini masih bertahan di angka Rp170.000 per kilogram dan relatif normal setiap tahunnya.
“Sejak tahun lalu itu harganya stabil di Rp170.000. Harganya justru relatif normal saja. Setiap tahun itu begitu juga, walaupun bulan Ramadan atau Idulfitri. Setiap tahun enggak ada naik, enggak juga turun,” ujarnya kepada RRI, Sabtu 21 Februari 2026.
Menurut Supriyadi, kenaikan harga hanya akan dilakukan apabila harga sapi dari daerah pemasok mengalami kenaikan. Namun, penyesuaian itu pun dibatasi agar tidak memberatkan pembeli.
“Makanya kalau sapinya mahal, kita mau naikkan, ya susah juga. Kasian juga pembeli. Kecuali dari sananya memang naik, ya mau tidak mau kita naik, itupun maksimal Rp10.000 aja per kilo,” katanya.

Ia menambahkan, selama harga sapi dari daerah pemasok seperti Samarinda tidak mengalami kenaikan, maka pedagang di Kubar juga memilih mempertahankan harga jual.
“Sapinya dari Samarinda enggak naik, ya kita enggak naik juga. Karena enggak enak juga yang jualan naik,” ucapnya.
Dalam memenuhi pasokan, Supriyadi mengaku sebagian besar sapi didatangkan dari Samarinda. Setiap pekan ia mengambil dua hingga tiga ekor sapi, sehingga dalam sebulan bisa mencapai 12 ekor.
“Biasanya satu minggu itu kita ngambil dari Samarinda sekali muat 2–3 ekor. Sebulan itu bisa 12 ekor dari Samarinda. Soalnya kalau di sini kita cari yang cocok harganya baru kita dibeli. Kalau enggak ada, pasti ya dari Samarinda,” ujarnya.
Sapi yang dibeli umumnya memiliki berat sekitar 60–70 kilogram untuk kebutuhan potong. Proses pemotongan dilakukan setiap dua hingga tiga hari sekali, dengan rata-rata satu ekor sapi dipotong dalam periode tersebut.
“Sekitar dua tiga hari satu ekor sapi kita potong. Biasanya kita ngambil yang beratnya sekitar 60–70 kilo,” katanya.
Supriyadi, yang telah 11 tahun berjualan daging sapi di Pasar Olah Bebaya, menyebut pembelian sapi dari Samarinda dilakukan dengan sistem timbangan. Jika harga dinilai cocok di tingkat peternak lokal, ia juga membeli dari wilayah sekitar.
Stabilnya harga daging sapi ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....