Tekan Inflasi, Bulog dan Pemkab Kubar Siapkan Operasi Pasar Ramadan

  • 21 Feb 2026 19:45 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Guna mengantisipasi lonjakan harga selama bulan suci Ramadan dan Idulfitri, Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Bulog dan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) bersiap mengintensifkan langkah stabilisasi harga melalui operasi pasar besar-besaran.

Operasi pasar ini akan dilakukan melalui berbagai kanal, mulai dari pasar tradisional, Gerakan Pangan Murah (GPM), hingga optimalisasi program Rumah Pangan Kita (RPK) yang menyasar langsung ke pemukiman warga. Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat di wilayah Bumi Tanaa Purai Ngeriman.

Direktur Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, menjelaskan bahwa kehadiran negara sangat penting untuk menjamin ketersediaan pangan bagi warga lokal. Karena itu dalam upaya menekan inflasi, Bulog akan menjalankan fungsi utamanya dalam stabilisasi harga dengan menyediakan komoditas sembako seperti beras, minyak goreng, dan gula.

“Pemerintah daerah tentu akan melakukan operasi pangan untuk menekan inflasi. Baik itu melalui operasi pasar, gerakan pangan muran, atau melalui Rumah Pangan Kita (RPK). Jadi bulog punya program rumah-pangan kita, baik itu yang ada di rumah-rumah tangga, ataupun di pasar-pasar para perdagang, sehingga bisa mengakses bahan-bahan langsung ke bulog,” kata Maino saat meninjau calon gudang Bulog di Kampung Ngenyan Asa, kecamatan Barong Tongkok, Sabtu 21 Februari 2026.

Namun, Maino menekankan bahwa keberhasilan agenda ini memerlukan sinergi yang kuat dengan pemerintah daerah.

"Bulog tidak bisa sendiri, perlu keterlibatan dari pemerintah daerah, terutama dari Dinas Perdagangan, Dinas Pangan, atau stakeholder yang lain, untuk sama-sama memastikan pangan ini ada di masyarakat," katanya.

Distribusi Jadi Kunci Stabilitas Harga

Dari hasil pantauan selama dua hari di Kutai Barat, Satgas Pangan menemukan bahwa sebagian besar kebutuhan pokok di wilayah ini masih dipasok dari luar daerah, terutama Samarinda. Hal ini menjadikan faktor distribusi sebagai variabel krusial dalam menentukan harga di pasar.

Direktur Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono (tengah), saat memberikan keterangan mengenai rencana pembangunan gudang filial Bulog di Kutai Barat. Kehadiran fasilitas ini diharapkan memperkuat kehadiran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan di wilayah pelosok. Foto: RRI Sendawar/Andreas.

Maino mengungkapkan bahwa saat ini sudah mulai terjadi kenaikan harga tipis pada komoditas beras dan gula di kisaran Rp200 hingga Rp300 akibat kendala distribusi. "Kenaikan ini dipengaruhi distribusi yang kurang lancar, misalnya terhambat gangguan arus air atau masalah jalan darat," ucapnya.

Rencana Gudang Filial dan Imbauan Belanja Bijak

Sebagai solusi jangka pendek untuk memperkuat stok lokal, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat telah mengusulkan pengadaan gudang Bulog di daerah. Rencananya, akan dibangun gudang filial agar Bulog dapat langsung memasukkan bahan pangan ke wilayah Kubar tanpa harus bergantung sepenuhnya pada gudang di luar daerah.

“Termasuk juga misalnya akan dibangun gudang bulog, memang belum bisa dibangun standar, tapi ada yang namanya gudang filial. Jadi disini bisa dipakai, jadi nanti bulog bisa memasukkan bahan-bahan pangannya di gudang filial di wilayah Kutai Barat ini,” ujar Maino.

Sementara itu menjelang puncak konsumsi pada Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying.

"Masyarakat tidak perlu panik, belanja secukupnya saja. Pemerintah memastikan ketersediaan pangan tersedia dan cukup," kata Maino.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kubar, Rion mengaku pihaknya kini tengah bersiap melakukan operasi pasar atau GPM di seluruh kecamatan. “Kami sudah siap, tinggal pengaturan jadwal di seluruh kecamatan,” ujarnya saat mendampingi tim satgas pangan nasional meninjau stok dan harga sembako di Pasar Jaras, Barong Tongkok.

Rekomendasi Berita