Bapanas Minta Warga Kubar Tidak Lakukan Aksi Borong jelang Lebaran

  • 21 Feb 2026 20:23 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Badan Pangan Nasional (Bapanas) meminta masyarakat Kabupaten Kutai Barat (Kubar) untuk tidak melakukan aksi borong atau panic buying menjelang Ramadan dan Idulfitri. Pemerintah menjamin ketersediaan stok pangan dalam kondisi cukup untuk memenuhi lonjakan konsumsi masyarakat selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Direktur Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, mengimbau warga untuk tetap tenang dan berbelanja sesuai kebutuhan. "Tentu peran kita semuanya, termasuk media, juga memberikan ketenangan ke masyarakat. Tidak perlu panik, tidak perlu panic buying, belanja secukupnya, pemerintah sudah memastikan ketersediaan pangan tersedia dan cukup," ujar Maino saat meninjau ketersediaan pangan di sejumlah pasar Kutai Barat.

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan selama dua hari, Satgas Pangan yang terdiri dari Bapanas, Kementerian Pertanian, Polda Kaltim, dan Bulog mencatat bahwa mayoritas bahan pokok di Kubar dipasok dari luar daerah, terutama Samarinda. Hal ini menjadikan kelancaran distribusi sebagai faktor kunci stabilitas harga.

Maino mengungkapkan bahwa saat ini terjadi kenaikan harga tipis pada komoditas beras dan gula sekitar Rp200–Rp300 akibat kendala distribusi.

"Ini masalah distribusi ya. Karena distribusi dari Samarinda kurang lancar, misalnya terhambat dengan gangguan arus air, ataupun masalah jalan darat, ini bisa menyebabkan harganya naik. Tapi mayoritas harga masih stabil," katanya.

Tim gabungan dari Bapanas, Kementerian Pertanian, dan Polda Kaltim saat melakukan peninjaua harga kebutuhan pokok di Pasar Olahbebaya Melak, Kutai Barat, Sabtu 21 Februari 2026. Koordinasi lintas sektoral ini difokuskan pada pengawasan distribusi pangan agar merata dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Foto: RRI Sendawar/Andreas.

Sebagai langkah antisipasi kenaikan harga lebih lanjut, pemerintah melalui Bulog dan dinas terkait akan mengoptimalkan stabilisasi harga melalui Gerakan Pangan Murah (GPM), operasi pasar, serta mempermudah akses masyarakat melalui program Rumah Pangan Kita (RPK).

Selain itu, pemerintah juga mengupayakan solusi jangka pendek dengan membangun gudang filial Bulog di Kutai Barat agar stok pangan dapat tersimpan langsung di wilayah setempat tanpa bergantung sepenuhnya pada pasokan dari luar daerah.

Maino menekankan bahwa upaya memastikan pangan tetap tersedia dan terjangkau memerlukan kerja sama semua pihak.

"Bulog tidak bisa sendiri, perlu keterlibatan dari pemerintah daerah, terutama dari dinas perdagangan, dinas pangan, atau stakeholder yang lain, untuk sama-sama memastikan pangan ini ada di masyarakat," ucapnya.

Pengawasan Ketat dari Produsen hingga Konsumen

Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Kaltim, AKBP Haris Kurniawan, menegaskan bahwa kepolisian selaku tim Satgas Pangan akan terus mendukung dan mengawal kebijakan pemerintah secara berkelanjutan. Pengawasan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan rantai distribusi tidak terganggu.

"Kami dari Polda selaku tim satgas memastikan akan terus mendukung program pemerintah. Kita terus mengawal dari produsen sampai ke konsumen akhir," ujar AKBP Haris.

Ia menambahkan bahwa tugas Satgas tidak hanya terpaku pada stok, tetapi juga pada keadilan bagi masyarakat di pasar. "Selain memastikan ketersediaan pangan, kami juga wajib memastikan mutu dari pangan yang diterima oleh masyarakat itu harus baik. Tepat harga, tepat ukur, dan tepat kualitas," katanya tegas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....