Pemkab Mahulu Soroti Kelangkaan dan Tingginya HET BBM
- 03 Feb 2026 08:34 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Mahulu - Tingginya harga eceran serta kelangkaan Bahan Bakar Minyak di Kabupaten Mahakam Ulu mendapat perhatian serius pemerintah daerah. DPRD setempat turut mencermati kondisi tersebut karena berdampak langsung pada aktivitas dan ekonomi masyarakat.
Kelangkaan BBM menyebabkan masyarakat kesulitan memperoleh bahan bakar di SPBU. Kondisi ini memicu lonjakan harga BBM subsidi di tingkat pengecer dengan nilai yang jauh di atas ketentuan.
Asisten I Pemkab Mahakam Ulu, Agustinus Teguh Santoso, menjelaskan bahwa BBM subsidi satu harga seharusnya dinikmati seluruh lapisan masyarakat. Kebijakan tersebut ditetapkan pemerintah pusat untuk menjamin keadilan akses energi.
“BBM subsidi satu harga idealnya harus dirasakan oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali, kondisi di lapangan saat ini masih jauh dari harapan tersebut,” ujar Teguh Santoso, Selasa, 3 Februari 2026.
Ia menambahkan, habisnya stok BBM di SPBU menjadi salah satu penyebab utama kelangkaan. Akibatnya, masyarakat terpaksa membeli BBM subsidi di tingkat pengecer dengan harga lebih mahal.
“Karena stok di SPBU habis, masyarakat akhirnya membeli BBM subsidi di pengecer dengan harga yang jauh lebih tinggi. Situasi ini tentu sangat memberatkan masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman,” katanya.
Menurutnya, penetapan HET merupakan hal yang penting dilakukan, sehingga para pengecer tidak sembarangan menentukan harga jual yang pada akhirnya membebankan para pembeli. Peraturan tersebut, kata Teguh, nantinya akan dibuatkan dalam surat edaran (SE) yang kemudian disampaikan kepada pihak pengelola APMS dan para pengecer.
“Pemerintah daerah bersama DPRD Mahakam Ulu terus melakukan koordinasi untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut. Langkah ini dilakukan agar distribusi BBM dapat kembali normal dan tepat sasaran,” ucapnya.
Pemkab Mahakam Ulu berharap adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah pusat serta pihak terkait. Dengan demikian, kelangkaan BBM dapat diatasi dan kebijakan satu harga benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....