Pemkab Kutai Barat Hibahkan Lahan 1,3 Hektare untuk Gudang Bulog
- 04 Apr 2026 17:53 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menghibahkan lahan seluas 1,3 hektare di kampung Ngenyan Asa kecamatan Barong Tongkok, kepada Perum Bulog untuk pembangunan gudang pangan guna memperkuat sistem distribusi logistik di wilayah Kutai Barat.
Hibah tersebut ditandai dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) di Auditorium ATJ Kantor Pemkab Kubar, Sabtu 4 April 2026.
Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kutai Barat, Daniel Lesman, mengatakan hibah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung program ketahanan pangan sekaligus optimalisasi pemanfaatan aset daerah.
“Pelaksanaan hibah ini dilakukan untuk menunjang kegiatan operasional Perum Bulog, khususnya pembangunan gudang pangan, sehingga diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas,” ujarnya.
Daniel menjelaskan, Pemkab Kutai Barat sebelumnya telah mengusulkan pembangunan gudang Bulog melalui surat resmi pada 5 November 2025. Seluruh proses administrasi hibah telah disiapkan secara berjenjang hingga tahap penandatanganan dan serah terima.
Daniel menyebut, setelah penandatanganan NPHD, Perum Bulog dapat langsung mengurus penerbitan sertifikat tanah ke Kantor Pertanahan setempat agar status kepemilikan segera atas nama Bulog tanpa melalui proses balik nama yang panjang.
Adapun lahan yang dihibahkan merupakan aset milik Pemkab Kutai Barat yang dibeli pada 2011, dengan luas sekitar 13.000 meter persegi, berlokasi di Kampung Ngenyan Asa, Kecamatan Barong Tongkok. Nilai hibah tanah tersebut mencapai Rp747.552.000.
Sementara itu, Direktur SDM dan Transformasi Perum Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto, mengatakan gudang yang akan dibangun memiliki kapasitas sekitar 1.000 ton dan menjadi bagian dari program nasional pembangunan infrastruktur pascapanen.
“Gudang ini akan mendukung ketersediaan dan keterjangkauan pangan, khususnya beras dan minyak goreng, sehingga distribusi bisa lebih cepat dan merata,” katanya.
Sudarso menjelaskan, pembangunan gudang di Kutai Barat merupakan bagian dari target pembangunan 100 titik infrastruktur pascapanen sesuai arahan Presiden untuk menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, wilayah Kutai Barat dan Mahakam Ulu selama ini menjadi perhatian pemerintah pusat karena harga bahan pokok yang relatif tinggi meskipun stabil. Kehadiran gudang Bulog diharapkan dapat menekan biaya distribusi dan memastikan ketersediaan pasokan.
Sambil menunggu pembangunan gudang permanen, Bulog akan memanfaatkan fasilitas gudang yang sudah ada di Kutai Barat dengan kapasitas sekitar 200 ton sebagai solusi sementara.
“Memang untuk sementara, kebetulan di Kutai Barat ada fasilitas gudang yang sekarang ini akan kita tingkatkan untuk menampung sekitar 200 ton beras, sambil menunggu kita membangun gudang. Baik yang di Kutai Barat maupun di Mahulu,” katanya.
Selain itu, Bulog juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat untuk meningkatkan akses jalan menuju lokasi gudang, guna mendukung kelancaran distribusi pangan.
Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berharap pembangunan gudang Bulog dapat segera terealisasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam menjaga stabilitas harga serta ketersediaan pangan di daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....