PDAM Tirta Sendawar Disorot, SOP hingga Bank Sampah Jadi Catatan
- 31 Jan 2026 16:30 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Selain menyoroti pengelolaan limbah B3, Asisten II Sekretariat Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Ali Sadikin, juga mengkritisi aspek tata kelola dan administrasi PDAM Tirta Sendawar yang dinilai masih perlu pembenahan.
Salah satu perhatian utama adalah belum ditemukannya dokumen Standar Operasional Prosedur (SOP) yang memadai dalam data pendukung yang disampaikan PDAM.
“Saya belum melihat SOP dalam data pendukung. Padahal SOP itu penting sebagai dasar pengelolaan operasional dan pengawasan,” ujar Ali Sadikin, Jumat 30 Januari 2026.
Ia menilai, lemahnya sistem administrasi berpotensi berdampak pada buruknya pengelolaan lingkungan, termasuk dalam penanganan limbah operasional.
Ali juga secara khusus menyinggung pengelolaan limbah berupa karung bekas bahan operasional, seperti karung IPP3, yang seharusnya tidak dibuang atau dibakar.
Menurutnya, limbah tersebut justru dapat dikelola secara produktif melalui mekanisme bank sampah yang terorganisir.
“Kalau ada karung-karung seperti itu, lebih baik dibuat bank sampah. Bisa disimpan, dikelola, dan punya nilai ekonomis,” ujarnya.
Ali menilai, pendekatan bank sampah tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mendorong terciptanya budaya pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di lingkungan perusahaan daerah.
Lebih jauh, Ali menegaskan, persoalan lingkungan dan tata kelola perusahaan merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan.
“Kalau manajemennya lemah, pengelolaan lingkungannya juga pasti bermasalah. Ini harus dibenahi secara menyeluruh,” ucapnya.
Ia berharap seluruh catatan tersebut segera ditindaklanjuti oleh manajemen PDAM Tirta Sendawar sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan daerah dalam mendukung program lingkungan dan menjaga citra Pemerintah Kabupaten Kutai Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....