PDAM Kubar Akui Belum Miliki Alat Deteksi Kebocoran Digital

  • 21 Apr 2026 16:40 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sendawar, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), mengakui belum memiliki teknologi digital untuk mendeteksi lokasi kebocoran jaringan pipa secara langsung.

Kondisi ini membuat proses identifikasi kebocoran masih mengandalkan metode konvensional melalui pemantauan langsung di lapangan.

Direktur PDAM Tirta Sendawar, Untung Surapati, mengatakan kebocoran jaringan air dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari usia pipa hingga kendala teknis lainnya.

“Memang kita pahami betul, kebocoran yang biasa terjadi, ada banyak faktor yang menyebabkan, mulai dari jaringan pipa yang memang sudah cukup lama dan hal teknis lainnya,” kata Untung, Selasa 21 April 2026.

Ia menjelaskan, hingga saat ini PDAM masih mengandalkan patroli manual untuk menemukan titik-titik kebocoran yang terjadi di wilayah layanan.

“Langkah ini kita lakukan, karena secara digital kita belum memiliki alat yang bisa mendeteksi langsung lokasi-lokasi yang bermasalah atau bocor,” ujarnya.

Menurut Untubg, pengadaan alat deteksi berbasis digital membutuhkan investasi yang cukup besar dan saat ini belum menjadi prioritas utama bagi PDAM Kubar.

“Itu memang investasinya besar dan saya rasa untuk PDAM kita di Kubar belum mendesak terkait itu,” ucap Untung.

Meski demikian, ia memastikan penanganan kebocoran tetap dilakukan secara berkelanjutan, meskipun dalam beberapa kondisi membutuhkan waktu lebih lama untuk penanganan di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....