Jaringan Buruk, Warga Sebut Pemerintah dan Telkomsel Gagal Hadir
- 31 Jan 2026 15:43 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Keterbatasan jaringan seluler dan internet membuat warga Kampung Intu Lingau, Kecamatan Nyuatan, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), terpaksa mencari solusi mandiri dengan membeli paket layanan internet berbasis satelit Starlink yang dikelola secara swadaya oleh warga setempat.
Seorang warga Kampung Intu Lingau, Nanik, mengatakan keberadaan Starlink memang membantu kebutuhan akses internet. Namun layanan tersebut tidak bisa diakses secara bebas karena hanya tersedia melalui jasa paket dari penyedia lokal di kampung.
“Sekarang kebanyakan warga pakai Starlink, beli paket. Tapi kan terbatas juga, ada jaraknya dengan yang jual paket,” kata Nanik, Sabtu 31 Januari 2026.
Ia menjelaskan, layanan Starlink tersebut bukan fasilitas pemerintah, melainkan usaha warga yang menyediakan akses internet terbatas bagi masyarakat sekitar. Akibatnya, jangkauan layanan hanya bisa dinikmati di titik-titik tertentu dan tidak bisa digunakan untuk menunjang aktivitas warga secara luas.
“Penyedianya ada di kampung saja. Ini kan bisnis warga, bukan fasilitas pemerintah,” ujarnya.
Kondisi ini membuat akses internet di Kampung Intu Lingau masih menjadi barang mahal dan tidak merata. Selain terbatas secara jangkauan, gangguan teknis juga kerap terjadi karena operasional layanan sangat bergantung pada kemampuan penyedia lokal.
“Sering juga sim card-nya mati karena tidak diisi pulsa, karena memang kebutuhannya untuk internet saja,” kata Nanik.
Nanik menilai, ketergantungan pada layanan swadaya tersebut mencerminkan belum optimalnya peran pemerintah dan lemahnya tanggung jawab operator seluler, khususnya Telkomsel yang infrastrukturnya telah lama berdiri di wilayah tersebut namun tidak mampu menghadirkan layanan yang layak.
Menurutnya, keberadaan menara telekomunikasi tanpa kualitas jaringan yang memadai justru mempertegas kesenjangan layanan digital di wilayah pedesaan dan terpencil, sekaligus menempatkan masyarakat pada posisi harus berinisiatif sendiri untuk memenuhi kebutuhan dasar komunikasi.
Warga berharap pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta operator telekomunikasi segera turun tangan secara serius, baik melalui peningkatan kualitas jaringan seluler, pengawasan terhadap kewajiban layanan operator, maupun penyediaan fasilitas internet berbasis satelit secara resmi.
“Kalau Starlink disediakan pemerintah, itu oke. Setidaknya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan bersama, bukan bergantung pada usaha pribadi. Parahnya masalah ini bukan baru hari ini, tapi sudah bertahun-tahun kami rasakan,” ucapnya.
Warga Kampung Intu Lingau berharap peningkatan jaringan dan perluasan akses telekomunikasi segera direalisasikan agar mereka tidak terus tertinggal dalam akses informasi, layanan digital, dan komunikasi dasar yang seharusnya menjadi hak seluruh warga negara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....