Dinkes Kubar Bantah Telantarkan PKM Dilang Puti

  • 23 Okt 2024 19:53 WIB
  •  Sendawar


KBRN, Sendawar: Mantan anggota DPRD Kabupaten Kutai Barat Mahyudin Eman menyoroti pembangunan Puskesmas di Kampung Swakong, Kecamatan Bentian Besar. Sebab PKM yang dikerjakan CV.Sinar Telen tahun 2023 dengan anggaran sekitar Rp 8,4 miliar itu tidak selesai dan belum dilanjutkan oleh Dinas Kesehatan.

Eman mengaku warga Bentian dirugikan dengan proyek mangkrak tersebut. Sebab jarak kecamatan Bentian Besar dengan ibu kota kabupaten sangat jauh sehingga sangat diperlukan PKM yang memadai untuk mengganti Puskesmas Dilang Puti.

“Yang kita dorong agar yang mangkrak itu dilanjutkan lagi,” kata Ema saat dikonfirmasi RRI melalui telpon seluler, Rabu (23/10/2024).

BACA JUGA:

Dinkes Kubar Pastikan Pembangunan PKM Gunung Rampah Berlanjut

Lantas benarkah proyek tersebut ditelantarkan pemerintah? Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Barat, dr. Ritawati Sinaga, didampingi Kabid Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan, Dahlia menegaskan, pembangunan PKM Bentian Besar sebenarnya direncanakan selesai pada 2023.

Namun, kontraktor yang bertanggung jawab tidak mampu menyelesaikan proyek tepat waktu, sehingga kontraknya diputus. Bahkan, perusahaan tersebut juga dikenai sanksi berupa daftar hitam (blacklist) dan wajib membayar denda akibat keterlambatan.

“Itu juga sudah dihitung oleh Inspektorat dan penyedia jasa diblacklist. Mereka juga sudah bayar denda, jadi bukan kita yang tidak melanjutkan,” ujar Rita dan Dahlia.

Ritawati menegaskan, alasan proyek tidak langsung dilanjutkan pada 2024 karena anggarannya belum sempat dibahas. “Itu kan harusnya selesai akhir 2023 tapi belum selesai, tidak mungkin kita anggarkan di awal tahun 2024,” katanya.

Meski demikian, ia meminta masyarakat tidak perlu khawatir, karena pada 2025, pembangunan PKM akan dilanjutkan dan diselesaikan.

“Ini anggarannya sudah masuk RKA kita di tahun 2025, jadi kami pastikan PKM Dilang Puti tetap dilanjutkan,” ucap Rita.

Dinkes Kutai Barat memastikan bahwa pembangunan PKM ini sudah melalui konsultasi yang melibatkan berbagai pihak, termasuk akademisi dari Universitas Mulawarman, demi mewujudkan fasilitas kesehatan yang berkualitas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....